Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Cegah Ledakan Omicron, Pemkab Madiun Terapkan Strategi Bottom Up

Cegah Ledakan Omicron, Pemkab Madiun Terapkan Strategi Bottom Up

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkab Madiun coba membendung Omicron menyebar di daerah setempat. Strategi khusus diterapkan dari tingkat bawah. Warga yang berpotensi terpapar dan pelaku perjalanan wajib isolasi mandiri (isoman). ‘’Omicron lebih cepat menular, sehingga potensi kasus harus dikunci lebih dulu,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami, Rabu (26/1).

Kebijakan ini terbalik dengan tahapan penanganan kasus Covid-19 sebelumnya. Dulu, warga isoman setelah hasil tes positif. Kini, mereka yang berpotensi terpapar diminta isoman lebih dulu sebelum dites. Masa inkubasi virus selama tiga sampai empat hari jadi pertimbangan kebijakan extraordinary itu. ‘’Kontak erat dan potensi terpapar lainnya yang dikunci,’’ jelas Kaji Mbing, sapaan bupati.

Dia mengungkapkan, pola pencegahan varian baru virus korona itu juga melibatkan kecamatan hingga desa. Bila perlu, pengetatan akses keluar-masuk lingkungan desa bisa diberlakukan. Dengan pertimbangan, tingkat potensi persebaran di suatu wilayah. Sehingga, penanganan medis cepat mengikuti. ‘’Tim tracing dan disinfeksi digerakkan secara bersamaan,’’ ujarnya.

Strategi khusus itu diterapkan pemkab untuk mengantisipasi ledakan Omicron yang diprediksi jatuh Maret mendatang. Pun, seiring kurva kasus Covid-19 yang mulai naik beberapa hari terakhir. Per Senin (24/1) lalu tercatat 18 kasus positif aktif. Kaji Mbing mengharapkan masyarakat menyadari peran masing-masing. Agar berbagai sektor seperti perekonomian dan pendidikan tidak terdampak. ‘’Yang terpenting tetap waspada, hati-hati, dan jangan panik,’’ tegasnya. (den/c1/sat/her)

Artikel Asli