Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

5 Alasan Kurang Bijak Pertahankan Pernikahan Gak Sehat, Sadar Gak?

5 Alasan Kurang Bijak Pertahankan Pernikahan Gak Sehat, Sadar Gak?

Kendati pernikahan gak bisa diharapkan selalu diliputi kebahagiaan, akan tetapi pernikahan yang sehat semestinya tingkat deritanya jauh lebih kecil dari tingkat senangnya. Bila tiap hari yang kamu rasakan adalah sedih, marah, kecewa, dan bahagianya secuil saja, maka pertanda ada yang salah dalam pernikahan tersebut.

Meski gak memberi kebahagiaan, faktanya banyak orang tetap memilih bertahan di rumah tangga yang jadi sumber derita. Ada beberapa alasan kurang bijak kenapa kamu bisa mengambil keputusan tersebut. Untuk mengetahui bagaimana kelanjutannya, simak ulasan di bawah ini, yuk!

1. Terlanjur sudah berkorban banyak

Salah satu alasan kenapa kamu sulit untuk lepas dari pernikahan yang sudah jelas gak sehat, yakni karena merasa sudah berkorban banyak di hubungan ini. Misalnya saja, kamu sampai berhenti dari pekerjaan yang kamu cinta demi totalitas menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya.

Bila harus berpisah, otomatis kamu harus mulai kehidupanmu dari awal lagi, dan ada rasa ragu apakah kamu bisa atau enggak. Ditambah lagi, ada perasaan gak rela bila pisah dan melihat kalau pengorbanan yang sudah kamu lakukan berakhir sia-sia begitu saja.

2. Gak mau melihatnya terluka

Kendati sudah disakiti berkali-kali, tetap masih ada rasa cinta dalam hati. Alasan itulah yang membuatmu berat untuk melepas mahligai rumah tangga yang telah dibina selama ini. Bagaimanapun, ada banyak kenangan indah yang telah kamu lalui bersama.

Itu sebabnya kamu merasa enggan untuk mengakhiri pernikahan yang jelas gak bikin kamu bahagia dikarenakan gak mau melihatnya terluka. Namun, konsekuensinya jadi malah kamu yang dilukai berulang kali.

3. Loyalitas terhadap janji suci pernikahan

Hal lain yang bikin kamu masih tetap bertahan di pernikahan yang penuh derita adalah untuk membuktikan loyalitas terhadap janji suci pernikahan yang telah kamu ucap. Bukankah sebagai suami istri harus senantiasa bersama dalam suka dan duka?

Memang benar, janji suci pernikahan gak boleh dianggap enteng. Akan tetapi, balik lagi ke kondisi pernikahan itu sendiri. Kalau yang terjadi pasanganmu selalu menyakiti, dan gak mau berubah juga, maka cuma kamu yang menghormati janji suci pernikahan tersebut.

Padahal, pernikahan itu, kan, sejatinya dijalani oleh dua pihak. Jadi, semestinya loyalitas itu harus ditunjukkan oleh kamu dan pasangan. Bukan kamu yang berjuang sendirian. Betul?

4. Menghindari citra buruk

Perceraian memang bukan hal yang menyenangkan, dan sebaiknya dihindari. Akan tetapi, bila memang hubungan sudah gak bisa dipertahankan lagi dan hanya bikin sengsara diri sendiri, lalu buat apa terus dijalani?

Terus menderita dalam diam hanya demi menghindari omongan buruk orang rasa-rasanya terlalu ngawur untuk dijadikan alasan. Yang merasakan sakitnya, kan, bukan mereka melainkan kamu seorang? Lalu, mengapa orang yang gak terlibat dalam kehidupanmu harus diprioritaskan sampai-sampai mengorbankan kebahagiaanmu sendiri?

5. Merasa kalau berpisah sama dengan kalah

Mempertahankan mahligai rumah tangga memang bukan perkara mudah. Itulah kenapa dalam janji pernikahan kalian mesti senantiasa bersama dalam suka dan duka. Sudah kodratnya pernikahan itu ada masa sulit maupun bahagia.

Namun, kamu juga mesti menerima fakta bahwa ada hal yang di luar kendalimu. Misalnya saja, sikap pasangan. Bila dia tak kunjung mau berubah, dan hal itu jadi sumber pernikahan yang gak bahagia, maka harus ikhlas menerima fakta bahwa rumah tanggamu sudah tak layak diperjuangkan.

Seperti disinggung sebelumnya, perjuangan itu mesti dilakukan dua pihak. Kalau salah satunya saja, sampai kapan pun kamu selalu jadi pihak yang kalah atau menjadi korban. Jadi, dalam hal ini pisah adalah mengalah untuk menang. Yaitu kemenangan memperoleh kebahagiaan diri dan juga orang yang kamu cintai (anak atau orang-orang terdekatmu). Mereka pasti tersiksa, kan, ketika melihatmu menderita?

Semoga dengan uraian tadi kamu jadi bisa sadar untuk mengambil keputusan lebih tepat ketika berada dalam pernikahan yang bahagia. Jika memang segala upaya sudah dilakukan untuk membuat pernikahanmu kembali sehat, tapi tak kunjung membuahkan hasil, maka cerai adalah jalan terakhir yang harus kamu putuskan. Jangan gunakan lagi alasan-alasan ngawur tadi!

Artikel Asli