Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Pemerintah Didesak Kaji Ulang Syarat PCR untuk Penumpang Pesawat

Medcom.id Dipublikasikan 11.06, 22/10 • https://www.medcom.id
Anggota DPR Komisi IX Putih Sari. Foto: Istimewa

Jakarta: Anggota DPR Komisi IX Putih Sari meminta pemerintah mengkaji ulang syarat tes polymerase chain reaction (PCR) untuk penumpang pesawat. Ia menilai aturan itu memberatkan masyarakat.

“Kami meminta pemerintah mengkaji ulang aturan baru itu karena angka kasus covid-19 makin susut,” kata Putih Sari dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat, 22 Oktober 2021.

Ia berpendapat masyarakat sudah semakin menaati protokol kesehatan (prokes). Angka vaksinasi covid-19 juga sudah tinggi.

“Makin susut kasusnya kok aturannya makin ribet. Negara lain yang turun angka covid-nya justru melonggarkan, di Indonesia malah sebaliknya. Ini memberatkan masyarakat yang akan bergerak kembali memulihkan perekonomian,” ucap Putih Sari.

Wakil Ketua Umum (Waketum) Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan Partai Gerindra ini menyampaikan turunnya angka covid-19 cerminan dari kedisiplinan masyarakat menaati prokes. Ia meminta pemerintah memberikan pelonggaran.

Baca: 22 Oktober, Kasus Covid-19 Bertambah 760 dan Pasien Sembuh 1.231

“Partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menghentikan pandemi dengan kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan dan kesediaan mengikuti vaksin perlu diapresiasi juga oleh pemerintah, bukan justru makin diberatkan dengan biaya-biaya lain,” ucap Putih Sari.

Pemerintah mengeluarkan aturan baru melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 53/2021 yang menyebutkan kewajiban tes PCR bagi penumpang perjalanan antar wilayah dengan pesawat udara. Sebelumnya, syarat perjalanan udara cukup hasil tes rapid antigen untuk wilayah Jawa-Bali, dan kewajiban PCR hanya untuk penumpang yang baru menerima vaksin dosis pertama.

Artikel Asli