Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Sambut HPSN, AQUA Gandeng Komunitas & Octopus Tingkatkan Daur Ulang Sampah di Bali

Tribunnews.com Dipublikasikan 17.00, 19/02
Dok: Aqua
Dok: Aqua

TRIBUNNEWS.COM – Sebagai salah satu destinasi utama pariwisata di Indonesia, Bali termasuk wilayah yang terdampak oleh permasalahan sampah. Di Badung misalnya, setiap hari ada sebanyak 90 ton sampah kiriman yang diangkut dari area pesisir. Kondisi ini perlu segera ditangani agar tidak berdampak buruk terhadap aktivitas warga dan pariwisata setempat.

Dalam rangka menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2021 yang jatuh pada 21 Februari mendatang, AQUA menjalin kolaborasi dengan komunitas lokal dan masyarakat di Bali untuk meningkatkan kesadaran tentang pengelolaan limbah plastik yang lebih bertanggung jawab.

Kolaborasi ini dilakukan oleh AQUA karena penanganan sampah tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, tetapi membutuhkan kerja sama dari berbagai elemen masyarakat termasuk komunitas lokal.

Ayo Bijak Berplastik

Gerakan #BijakBerplastik yang telah diinisiasi AQUA sejak 2018 untuk mendukung target Pemerintah Indonesia mengurangi sampah plastik di lautan hingga 70% di tahun 2025. Sejak diluncurkan, Gerakan #BijakBerplastik berfokus terhadap tiga hal yaitu pengembangan infrastruktur pengumpulan sampah, edukasi konsumen dan anak usia sekolah, serta inovasi kemasan.

Melalui gerakan ini, di Bali, AQUA telah mengumpulkan lebih banyak plastik dari yang digunakan demi mewujudkan ekonomi sirkular untuk Indonesia yang lebih bersih.

Dok: Aqua
Dok: Aqua

Dalam hal edukasi, AQUA ingin memperdalam pemahaman masyarakat terkait cara memilah atau memisahkan antara sampah rumah tangga dan daur ulang plastik yang benar. 

Salah satu caranya adalah memulai edukasi sejak dini. AQUA bekerja sama dengan institusi dan pemerintah meluncurkan modul pembelajaran khusus berjudul “Sampahku Tanggung Jawabku” serta pelatihan kepada 100 guru dan 200 siswa di Bali. Melalui modul dan pelatihan ini, AQUA memperkenalkan cara mudah 3R (reduce, reuse, recycle) yang bisa dilakukan oleh anak-anak Sekolah Dasar sekalipun. 

AQUA jadikan Bali sebagai pelopor dalam Ekonomi Sirkular

Selama ini, AQUA menggagas inisiatif pengumpulan sampah di beberapa lokasi di Jabodetabek melalui penyediaan berbagai fasilitas yang dapat digunakan para konsumen, seperti Grab Express Recycle untuk rumah-rumah konsumen, dan Kami Angkut untuk sekolah-sekolah, restoran dan tempat futsal. 

Untuk memperluas komitmen tersebut, AQUA menjadikan Bali sebagai pelopor dalam ekonomi sirkular. Salah satu caranya adalah dengan menggandeng Octopus, sebuah aplikasi pengumpulan kemasan bekas yang menyediakan layanan pengangkutan botol dan gelas plastik melalui pemberdayaan pemulung di Bali, untuk memudahkan dan memaksimalkan pengelolaan sampah. 

Dengan adanya kolaborasi ini, masyarakat bisa memanggil pelestari (sebutan untuk mitra pemulung) Octopus untuk menjemput sampah plastik dari rumah masing-masing. Selanjutnya sampah tersebut akan dibawa ke pusat daur ulang terdekat. Setelah berpartisipasi, masyarakat berkesempatan untuk mendapatkan poin dari setiap botol plastik yang didaur ulang. Poin tersebut bisa ditukarkan menjadi kupon atau disumbangkan ke pemulung sekitar.

AQUA berharap kolaborasi ini memberikan manfaat bagi para pemulung. Pasalnya, setiap panggilan yang diterima untuk menjemput sampah plastik berpotensi besar meningkatkan pendapatan para pemulung. Pemulung tidak perlu lagi menghabiskan waktu berkeliling mengumpulkan sampah plastik, tapi bisa langsung menjemput sampah plastik yang telah dipilah oleh konsumen. Tidak hanya itu, para mantan pemulung juga berkesempatan bekerja menjadi supervisor proses pembersihan dan daur ulang sampah plastik ke produk baru di RBU AQUA.

Dok: AQUA
Dok: AQUA

Selain dengan masyarakat lokal dan Octopus, AQUA juga menjalin kolaborasi bersama lembaga nirlaba pemerhati lingkungan di Bali, yaitu Malu Dong. Bersama komunitas Malu Dong, AQUA berhasil melakukan edukasi pemilahan sampah di beberapa bank sampah di banjar-banjar sekitar Ubud dan telah menjangkau banyak warga di sana. Lewat kolaborasi ini, AQUA berharap dapat memotivasi masyarakat untuk melakukan perubahan sikap terhadap pengelolaan sampah sehingga lebih mengerti cara memilah sampah yang benar dan bertanggung jawab. 

Hadirkan inovasi baru

Selain AQUA Life di 2018 dan kemasan botol kaca ikonik yang dapat diguna ulang, AQUA juga terus berkomitmen menerapkan teknologi dan inovasi terbaru untuk membantu mengurangi sampah plastik. Salah satu langkah yang baru saja dilakukan AQUA adalah meluncurkan botol kemasan 600ml yang terbuat dari 100% bahan daur ulang, yaitu 100% rPET (recycled PET).

Botol AQUA 600ml yang terbuat dari plastik daur ulang telah hadir di Bali sejak Desember 2020, dan dapat dikenali dari labelnya yang bertanda dua panah melingkar. Tentunya botol tersebut sudah dipastikan keamanannya, memenuhi kriteria pangan, SNI, BPOM, dan tersertifikasi halal.   

Kehadiran inovasi AQUA 600ml yang berbahan 100% dari plastik daur ulang di Bali, diharapkan dapat mendorong konsumen untuk semakin selektif dalam memilih produk yang mendukung kebaikan untuk alam.

Menyambut Hari Peduli Sampah Nasional 2021, AQUA berharap berbagai program, kolaborasi, dan inovasi kemasan yang dihadirkan dapat menjadi sebuah momentum bagi masyarakat untuk mulai peduli dan memilah sampah dari rumah untuk Indonesia yang lebih bersih dengan #BijakBerplastik.

Supported by Tribunnews.com x AQUA

Artikel Asli