Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Fakta Unik Kabupaten di Jateng Ini Dulunya Pulau Terpisah dari Pulau Jawa

Source: commons.wikimedia.org
Source: commons.wikimedia.org

Jepara merupakan sebuah kabupaten di provinsi Jawa Tengah yang lebih terkenal dengan seni ukirnya wisata alamnya. Namun ternyata belum banyak yang tak mengetahui bahwa dulunya Jepara adalah pulau sendiri yang terpisah dengan Pulau Jawa.

Hal ini seperti diinformasikan thread yang dibuat akun @rizkidwika di Twitter hingga kini telah disukai puluhan ribu warganet. "Udah pada tau belum? Jepara dulunya adalah pulau sendiri yang terpisah dari daratan Jawa," cuitnya.

Pagi ini Jepara diguncang gempa kencang. Udah pada tau belum? Jepara dulunya adalah pulau sendiri yang terpisah dari daratan Jawa. pic.twitter.com/joxrhiJSjL

— R. DWIKA 🚧 (@rizkidwika) July 7, 2020

Sebelum abad ke-17, Kabupaten Jepara berada di Pulau Muria yang pusatnya adalah Gunung Muria yang memiliki ketinggian 1,5 km di atas permukaan laut. Yang memisahkan antara kedua pulau adalah Selat Muria yang membentang dari daerah Demak hingga Rembang.

Selain Jepara, Kudus dan Pati yang berlokasi dekat Gunung Patiayam juga berada di Pulau Muria, terpisah dari Pulau Jawa. 

Dulunya, Selat Muria adalah jalur perdagangan dan transportasi yang ramai dilalui. Selat itu menjadi jalan antara masyarakat yang tinggal di Pulau Jawa dengan masyarakat yang tinggal di pulau-pulau lainnya.

Keberadaan Selat Muria memaksakan masyarakat yang ingin bepergian antara Kudus dan Demak harus menggunakan kapal. Berkat selat ini juga yang membuat Kerajaan Demak menjadi kerajaan maritim besar.

Source: commons.wikimedia.org
Source: commons.wikimedia.org

Namun pada abad ke-17, perkembangan daratan alluvial di sepanjang pantai utara Jawa membuat terjadinya pendangkalan Selat Muria yang kemudian membuat Pulau Muria secara permanen menyatu dengan Pulau Jawa. 

Ada beberapa bukti yang menunjukkan adanya selat pemisah antara kedua pulau tersebut, yaakni temuan fosil hewan laut di Situs Patiayam Kudus seperti moluska, ikan hiu, penyu, hingga buaya. Diperkirakan, fosil-fosil itu berusia lebih dari 800 ribu tahun. 

Pada 1996, peneliti asal Perancis Denys Lombard dalam bukunya mengatakan masih terdapat sisa air bekas Selat Muria yang terperangkap di dataran Jawa, namun kini dikenal dengan nama Bledug Kuwu, yang terletak di Kabupaten Grobogan.

Banyak warganet yang tak mengetahui fakta unik sejarah ini dan membagikan komentarnya di Twitter. Namun, ada beberapa netizen yang membagikan informasi, kini Pulau Nusakembangan bakal menyatu dengan Pulau Jawa.

Dalam beberapa tahun ke depan, Pulau Nusakambangan dan Pulau Jawa diperkirakan akan menyatu akibat sedimentasi atau pendangkalan di Segara Anakan Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. 

"Laju sedimentasi di Sungai Citanduy yang mengendap di kawasan Segara Anakan mencapai 750 ribu meter per kubik setiap tahunnya," kata Kepala Dinas Kelautan, Perikanan dan Pengelola Sumber Daya Kawasan Segara Anakan, Kabupaten Cilacap, Moch Harnanto.

Kini, luas Segara Anakan hanya ratusan hektare saja dari sebelumnya mencapai 6.500 hektare pada tahun 1980-an. Pada 1997, telah diusulkan proyek sodetan Citanduy yang diperkirakan menelan biaya hingga Rp 3 triliun namun belum terealisasikan karena masih ada penolakan dari masyarakat Pangandaran, Jawa Barat.