Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Tanggul Kali Ingas Bojonegoro Jebol Rusak Tanaman Padi, 1 Warga Nyaris Tewas Terseret Arus 

Upaya para petani di Bojonegoro membendung luapan air gagal setelah tanggul sungai jebol, Sabtu (22/1/2022). (Foto: iNews.id/Dedi Mahdi).
Upaya para petani di Bojonegoro membendung luapan air gagal setelah tanggul sungai jebol, Sabtu (22/1/2022). (Foto: iNews.id/Dedi Mahdi).

BOJONEGORO, iNews.id - Tanggul Kali Ingas di Desa Kedungprompen, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, jebol, Sabtu (22/1/2022). Seorang warga sempat hanyut terseret arus dan pingsan. Beruntung korban berhasil diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit. 

Saat itu, korban bernama Khoiri bersama warga berusaha menahan tanggung jebol ambrol agar tidak meluas. Namun, derasanya arus membuatnya terempas bersama air dan tenggelam. Beruntung korban cepat diselamatkan ke tepi. 

Insiden itu pun sempat membuat warga panik. Sebab, korban sudah lemas dan pingsan. Beruntung kembali sadar setelah diangkat dan air di dalam perutnya dikeluarkan. "Sempat pingsan karena tenggelam. Tapi selamat," kata salah seorang warga, Ahmad. 

Ahmad mengatakan, tanggul jebol kali ini cukup lebar, sekitar 10 meter. Akibatnya, puluhan hektar tanaman padi yang siap panen di tujuh desa tenggelam. Tujuh desa tersebut yakni Pucangarum, Kedungrejo, Karangdayu, Pomahan, Kauman, Kedungprimpen dan Temu Panen. 

Menurut Ahmad, banjir terjadi akibat hujan deras sejak tiga hari lalu, Kondisi itu menyebabkan Sungai Bengawan Solo sebagai hilir Kali Ingas meluap. "Airnya deras, tanggulnya tidak kuat dan jebol," katanya. 

Ahmad mengatakan, tanggul jebol terjadi hampir tiap tahun saat musim hujan. Ironisnya, kondisi tersebut tak kunjung mendapat perhatian pemerintah. "Selama ini cuma dilihat, difoto-foto saja, tapi tidak diapa-apakan. Hanya jadi tontonan," katanya. 

Karena itu, dia berharap kali ini ada upaya lebih kongkrit lagi dari pemerintah. 

Artikel Asli