Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

5 Tanda Bahwa Seorang Pria Sedang Mengalami Burnout, Perlu Rehat!

5 Tanda Bahwa Seorang Pria Sedang Mengalami Burnout, Perlu Rehat!

Pada umumnya seseorang akan mengalami fase yang sangat jenuh. Hal ini bisa diakibatkan karena stres dengan keseharian atau pekerjaan. Ketika seseorang mengalami stres yang teramat berat, itulah yang disebut sebagai burnout.

Masalah ini pada umumnya timbul terhadap pekerjaan. Namun, gak sedikit juga kemungkinan terjadi karena hal lain terkait kehidupan. Supaya kamu bisa segera mengatasinya, berikut adalah lima tanda bahwa kamu sedang mengalami burnout yang harus segera kamu atasi. Apa saja? Simak langsung pembahasannya di bawah ini sampai selesai!

1. Kehilangan semangat dalam bekerja dan beraktivitas

Saat mengalami burnout, biasanya seseorang akan cenderung kehilangan semangat. Entah ini karena terlalu lelah, atau bahkan butuh istirahat dari pekerjaan. Wajar saja, karena di momen ini kamu akan terlihat sangat kalut terhadap kadaan.

Tentu saja hal ini menjadikan kamu tidak produktif dalam jangka waktu tertentu. Bahkan, bisa berdampak pada tuntutan pekerjaan karena tidak maksimal. Jangan sampai ini terjadi tanpa kamu sadari, ya. 

2. Menarik diri dari lingkungan sosial karena merasa lelah

Burnout yang tidak segera diatasi bisa menjadikan seseorang menjadi menarik diri dari lingkungan sosialnya. Meskipun begitu, ketika kamu mengalami hal ini masih tetap berinteraksi, namun tidak pada hari-hari biasanya. 

Kamu harus tahu, jika hal ini mulai kamu rasakan, bisa saja itu pertanda bahwa sedang kelelahan. Segera ambil istirahat sejenak supaya bisa kembali produktif. Jangan sampai kamu abaikan begitu saja. 

3. Sering muncul rasa benci dan kesal dengan pekerjaan atau aktivitas

Terlalu bosan dengan pekerjaan, maka yang bisa timbul adalah rasa benci. Jika kamu sedang berada di fase ini, tak jarang akan mengeluh dan ingin berhenti dari pekerjaan. Fase ini menjadi salah satu yang paling tidak enak kamu rasakan.

Kamu juga cenderung kesal dengan keseharian, tidak peduli itu adalah sebuah pekerjaan yang harus kamu laksanakan. Mencoba ambil cuti dan berkunjung ke tempat favorit bisa kamu jadikan sebagai solusi.

4. Menjadi lebih sensitif dan mudah tersinggung

Seseorang yang mengalami burnout, akan sulit berinteraksi dengan baik antar rekannya. Hal ini bisa muncul rasa mudah sensitif dan tersinggung. Saat diajak bercanda atau berbincang tentang hal konyol, kamu cenderung tidak menikmati pembahasan.

Saat burnout, kamu lebih sering bersikap dingin dan datar daripada merespon dengan sebagaimana mestinya. Harus kamu tahu, ini bisa berdampak buruk pada lingkungan yang kamu tempati.

5. Gampang terpancing amarah jika menghadapi masalah

Setiap permasalahan pasti ada solusi yang bisa ditemukan. Namun, ketika kamu sedang burnout tidak semudah demikian. Kamu menganggap bahwa masalah itu teramat besar, sampai pada akhirnya lebih memilih marah. 

Hal yang bisa terjadi, dan kemungkinan kamu akan melampiaskan ke orang terdekat. Sekalipun, orang tersebut tidak mengerti masalah yang kamu hadapi. Awas, bisa saja akan dijauhi kalau tidak segera kamu sadari.

Kesimpulannya, burnout terjadi karena beberapa faktor. Di antaranya karena kelelahan dan bosan dengan keseharian. Supaya bisa segera teratasi, maka kamu harus mengambil jeda untuk istirahat sejenak dari kesibukan.

Artikel Asli