Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Tempat rekreasi di DKI diharapkan antisipasi lonjakan Omicron

Tempat rekreasi di DKI diharapkan antisipasi lonjakan Omicron
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno (tengah) saat menyampaikan keterangan pers di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu, (26/1/2022). ANTARA/Sihol Hasugian

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengharapkan tempat rekreasi di DKI Jakarta dapat mengantisipasi lonjakan Omicron agar tetap menggeliatkan pariwisata di Ibu Kota negara itu.
Menteri Sandiaga Uno di Jakarta Selatan, Rabu, menuturkan bahwa meningkatnya temuan kasus Omicron tersebut harus diikuti dengan peningkatan protokol kesehatan.

Kasus varian Omicron di DKI per Selasa, (25/1) tercatat sebanyak 1.697 kasus terdiri dari 1.166 kasus Pelaku Perjalanan Luar Negeri dan 531 kasus transmisi lokal.

"Sangat berdampak, namun kita harus sanggup dengan protokol kesehatan. Jadi, kita ingin melihat prokes semakin disiplin," katanya.

Menurut Sandiaga, saat ini sejumlah tempat rekreasi di DKI, seperti Ancol yang telah melakukan berbagai inovasi lewat teknologi guna menggeliatkan pariwisata di tengah pandemi. "Sehingga mudah-mudahan kita bisa melalui puncak Omicron yang diperkirakan pada pertengahan Februari sampai awal Maret," ujarnya. Di sisi lain, Sandiaga menyambut baik sejumlah program Perhimpunan Taman Rekreasi Indonesia yang dinilai membuka lapangan kerja baru pada saat pandemi. Oleh karena itu pemerintah, lanjutnya, akan memastikan program itu tepat sasaran, manfaat dan tepat waktu agar kondisi pariwisata dan ekonomi kreatif segera bangkit kembali.

"Kita pahami kebutuhannya (masyarakat) adalah salah satunya untuk berekreasi secara prokes yang ketat dan disiplin dengan aplikasi PeduliLindungi," katanya. Sementara itu, Ketua DPP Perhimpunan Taman Rekreasi Indonesia Hans Manansang berharap pihaknya dapat terus berkolaborasi dengan pemerintah guna mendukung keberlanjutan taman wisata. "Sehingga menjadi tujuan utama, tidak harus ke luar negeri, Indonesia juga bisa bertamasya," ujar dia.

Artikel Asli