Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Zeys Buka Peluang Player PH Main di MPL ID, Ini Kata Penggiat Esports Indonesia

3ba16fac-65d3-4f03-a3e9-9b7ed4399164_

Dunia Mobile Legends: Bang Bang Indonesia dibuat gempar dengan keputusan coach EVOS Legends,Bjorn “Zeys” Ong, yang membuka kesempatan kepada player Filipina (PH) bermain di MPL Indonesia Season 10 dan pindah ke negeri tercinta kita ini.

Bahkan, Zeys menyertakan form khusus untuk player Filipina yang tertarik, dengan role yang tersedia adalahEXP Laner dan Roamer. Ini adalah bukti keseriusan Zeys untuk merekrut player Filipina untuk bermain dengan jersey EVOS Legends.

BACA JUGA:

  • Diisukan Menjadi Atlet Esports, Mezut Ozil Langsung Bantah Rumor Tersebut
  • Alberttt Bakal Jadi Goldlaner RRQ Hoshi di MPL ID Season 10?

Lowongan ini dibuka tak lama setelah Zeys mengungkapkan keluh kesah di live streaming pribadinya. Mantan pro player gim Arena of Valor (AoV) ini mengatakan bahwa dirinya kesulitan mendapatkan EXP Laner dan Roamer yang sesuai dengan standar dan gaya bermainnya selepas Oura dan Donkey pensiun sebagai pro player.

Tentu saja keputusan Zeys ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan penggiat esports yang ada di Indonesia. Ada yang beranggapan bahwa tindakan Zeys terlalu gegabah karena masih banyak pro player lokal yang berkualitas, tetapi ada juga yang berpendapat hadirnya player asing merupakan hal yang sah jika itu demi kemajuan industri esports, khususnya Mobile Legends: Bang Bang, di Indonesia.

debora

Salah satu penggiat yang cukup kontra dengan keputusan Zeys adalah Debora Imanuella. CEO tim esports Luna Nera ini tak setuju apabila merekrut player luar negeri, khususnya Filipina, hanya karena player Indonesia memiliki sikap, mental, dan kedislipinan yang buruk.

Attitude dan mentality ini kan sebenarnya bisa dibentuk, nah kalau misalnya kita ngomong dibentuk apakah dari coach ataupun dari manajemennya itu kurang sukses untuk membentuk mentality dan juga attitude dari player-player-nya itu sendiri,” ujar Debora pada salah satu postingan Instagram Reels pribadinya.

Debora juga berpendapat bahwa merekrut player asing bisa menjadi ‘pisau bermata dua’. Memang telah dibuktikan bahwa player asal FIlipina memiliki mentality dan attitude yang lebih baik dibandingkan player Indonesia. Namun, bila culture Indonesia tak mendukung berkembangnya player Filipina, maka hasilnya akan nol besar. Apalagi jika di dalam tim tersebut masih ada player yang malas-malasan dan terkena star syndrome.

Debora mengibaratkan fenomena tersebut seperti ‘tarik-menarik’. Jika coach atau manajemen tak mampu membentuk sikap dan mental yang baik dari player yang sudah ada, bukan hal mustahil player asal Filipina juga akan ‘tertular’ sifat yang sama seperti malas-malasan dan star syndrome. Sebaliknya, jika player lokal mampu menyerap “ilmu” yang dimiliki player Filipina, tentu saja super team akan terbentuk dengan mentalitas yang luar biasa.

sumber: Instagram @awl.y

Pendapat yang sama juga diungkapkan oleh Awl. Sebagai caster MLBB yang sudah banyak melihat beragam jenis player Indonesia, dirinya sangat menyayangkan keputusan coach EVOS Legends merekrut player Filipina karena menurutnya masih banyak player MLBB dari Indonesia yang potensial. Namun, dirinya tak menutup mata bahwa player dari negara tetangga memang jauh lebih baik dari banyak segi untuk saat ini.

“Menurut aku, nggak ada yang salah sih dari perekrutan player dari luar negeri. Namun sangat disayangkan karena banyak banget player MLBB dari indonesia yg jago dan potensial. Tapi mungkin dari segi pendalaman mikro-makro, adaptasi patch baru, dan kedisiplinan dimana bisa liat dari faktanya beberapa waktu kebelakang ini di scene internasional kita masih belum bisa unggul lagi dari negara lain,” ujar Awl yang ditutup dengan harapan scene MLBB Indonesia bisa bangkit lagi dan kembali menorehkan prestasi.

earl

Winda “Earl” Lunardi memiliki pandangan berbeda mengenai perekrutan player asing ini. Player ladies yang sempat merasakan atmosfer turnamen MPL ID ini merasa cukup banyak yang perlu dipertimbangkan jika tim esports Indonesia berencana merekrut pemain dari luar negeri, dan salah satu yang paling vital adalah kendala bahasa.

Yah bisa-bisa aja sih sebenarnya kalau mau recruit dari luar, cuma yang perlu dipertimbangkan mungkin kendala visa kerja yang harus ada dan diurus secara berkala, sama language barrier aja sih. Komunikasinya mungkin tidak bisa pakai Bahasa Indonesia, mungkin bisa pakai Bahasa Inggris tapi gak semua player Indonesia fasih dalam berbahasa Inggris,” jawab Earl ketika ditanya secara eksklusif oleh tim UP Station Media.

Earl meyakini bahwa merekrut player asing akan membutuhkan usaha yang lebih besar dibandingkan merekrut player lokal. Namun jika itu sesuai dengan kebutuhan tim, player GPX Ladies ini tak mempermasalahkan keputusan tersebut.

dwi woi zeys esports indonesia

Tanggapan terakhir datang dari Dwi Woi. Player publik yang terkenal berkat permainan Fanny-nya yang menawan ini berpendapat bahwa kehadiran player asing ke Indonesia bisa menjadi momentum untuk industri esports Indonesia menuju ke arah yang lebih baik.

Kepada UP Station Media, Dwi Woi berharap player Filipina bisa melakukan sharing pengalaman bermain mereka kepada player Indonesia. Dengan berbagi pengalaman (termasuk bagaimana tim Filipina bisa mengalahkan tim Indonesia), hal tersebut akan meningkatkan daya kompetitif esports Indonesia, yang artinya bagus untuk masa depan industri ini sendiri.

***

Pro dan kontra serta berbagi pendapat memang cukup penting dalam kasus ini. Tentu saja kita berharap keputusan Zeys merekrut player Filipina memiliki lebih banyak dampak positif dibandingkan dampak negatif untuk industri esports Indonesia, terutama mengenai attitude dan mentality yang bisa ditularkan kepada player-player lokal.

Momentum ini juga bisa menjadi pelecut kesadaran player lokal yang tentu saja posisinya sebagai roster utama terancam karena kalah saing jika mereka tak mengubah attitude dan mentality. Zeys sendiri meyakini bahwa merekrut player Filipina akan menghasilkan hal-hal baik ke depannya untuk tim yang ia tangani.

Apakah kamu punya pendapat sendiri mengenai keputusan Zeys merekrut player Filipina? Kamu lebih condong ke setuju atau tidak setuju dengan Zeys? Ungkapkan di kolom komentar, ya!

Dapatkan berita gaming dan informasi menarik lainnya seputar dunia game, esports, film, anime, dan lainnya hanya di UP Station.

Bagi kalian yang mau top-up game kesayangan kalian bisa langsung kunjungi UniPin! Proses cepat dan harga murah!

Pastikan untuk mengikuti perkembangan terbaru dan berita gaming lainnya di akun sosial media kami:
Facebook: UP Station Indonesia
YouTube: Upstation Media
Twitter: @Upstationmedia
Instagram: @upstation.media

Yuk gabung di grup Discord kami!
Discord: UniPin Official Community

The post Zeys Buka Peluang Player PH Main di MPL ID, Ini Kata Penggiat Esports Indonesia appeared first on UP Station.