Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Wali Kota Madiun: Bukan Sembilan, tapi Satu Kasus Omicron

Wali Kota Madiun: Bukan Sembilan, tapi Satu Kasus Omicron

KOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Untuk sementara pasien positif Omicron di Kota Madiun hanya satu orang. Itu berdasarkan pemeriksaan laboratorium dengan whole genome sequencing (WGS) di Surabaya. Metode ini direkomendasikan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mendeteksi varian baru Covid-19 karena memiliki akurasi tinggi.

Kepastian informasi jumlah pasien itu juga diperkuat rilis kasus Covid-19 dari Pemprov Jawa Timur. Seorang pasien tersebut adalah karyawan BNI 46 Kantor Cabang (Kacab) Madiun. ‘’Saya cek memang hanya satu,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Rabu (26/1).

Diberitakan sebelumnya, ada sembilan kasus Omicron di kota ini. Itu berdasarkan hasil pemeriksaan S-gene target failure (SGTF). Delapan kasus dinyatakan probable, satu kasus not probable. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian diteliti lebih lanjut dengan WGS. ‘’Mudah-mudahan nggak ada lagi,’’ harapnya.

Maidi menambahkan, jika pasien tersebut telah dinyatakan negatif berdasarkan swab test, masih perlu dikirim kembali ke laboratorium di Surabaya untuk memastikan telah sembuh total. ‘’Jika dites nilai CT (cycle threshold)-nya kurang dari 30, hari itu juga dikirim ke Surabaya,’’ ujarnya.

Maidi meminta seluruh masyarakat tidak panik dengan temuan tersebut. Dia menegaskan, hanya ada dua kunci menangkal Covid-19 dengan berbagai variannya. Disiplin protokol kesehatan serta vaksinasi. ‘’Dua tameng ini jangan sampai lepas,’’ tegasnya.

Terkait evaluasi operasional perkantoran, khususnya perbankan, Maidi mewanti-wanti agar menaati standard operating procedure (SOP). Dia tidak ingin ada klaster perkantoran lain pasca-BNI 46. ‘’Kemarin diingatkan provinsi, Pak Wali tolong hati-hati, segera diisolasi,’’ tuturnya.

Sementara itu, diskominfo setempat merilis 11 kasus baru kemarin (25/1). Semua dari klaster BNI 46. Perinciannya, empat karyawan dan tiga keluarganya, serta empat kasus dari skrining perjalanan. Adapun sebaran kasus per kelurahan, tiga di Demangan dan masing-masing dua di Winongo dan Klegen. Serta masing-masing satu kasus di Mojorejo, Pandean, Kanigoro, dan Manisrejo.

Sementara itu, saat ini hingga 31 Januari mendatang, Kota Madiun bertengger di list daerah yang menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1. Sebagaimana instruksi Kementerian Dalam Negeri (inmendagri) perihal PPKM Level 3, 2, dan 1 Covid-19 di wilayah Jawa dan Bali. (kid/c1/sat/her)

Artikel Asli