Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Ini Saran Epidemiolog Redam Lonjakan Omicron

Aktivitas pekerja di gedung perkantoran saat Work From Office. Penerapan protokol kesehatan ketat menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19. (ilustrasi).
Aktivitas pekerja di gedung perkantoran saat Work From Office. Penerapan protokol kesehatan ketat menjadi salah satu upaya pencegahan penyebaran Covid-19. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Angka kasus positif Covid-19 yang terjadi di Indoneisa mengalami kenaikan drastis. Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, menilai mitigasi awal, penggunaan masker serta vaksinasi lengkap menjadi kunci pengendalian Covid-19 varian Omicron.

Pada Selasa (25/1/2022) angka kasus positif berada pada 4.878 kasus dalam sehari. Namun, pada hari ini, Rabu (26/1/2022), angka tersebut melonjak pesat hingga mencapai 7.010 kasus. Dengan demikian, total kasus positif Covid-19 di Indonesia mencapai 4.301.193 kasus. Sementara kasus pasien meninggal bertambah tujuh kasus pada hari ini, dan kasus sembuh bertambah 2.582 kasus. Dari penambahan itu, DKI Jakarta menyumbang penambahan tertinggi sebanyak 3.509 kasus.

Dicky Budiman menilai dengan efektifitasnya dalam menginfeksi, kecepatannya dalam menyebar maka sangat besar potensi kasus Omicron akan jauh lebih banyak daripada Delta. Namun sebagaimana gelombang sebelumnya, kemampuan deteksi dini yang dimiliki Indonesia sangat terbatas.

"Sehingga sangat wajar jika sedikit kasus Omicron yang ditemukan, hal ini dipersulit dengan fakta mayoritas penderita akan tidak bergejala atau hanya bergejala ringan ditambah lagi dengan perilaku masyarakat kita yang lebih memilih mengobati sendiri saat sakit ringan atau sedang," kata Dicky dalam keterangan yang diterima Republika, Rabu.

Untuk itu, upaya mitigasi awal dapat dilakukan dengan memastikan setiap orang atau pegawai yang bekerja tidak memiliki gejala demam/batuk/pilek/nyeri tenggorokan dan tidak memiliki riwayat kontak dengan penderita Covid-19. Skrining suhu di kantor tetap bisa dilakukan selain memastikan pemanfaatan peduli lindungi di tempat-tempat umum atau kantor.

Adanya tes berkala pada petugas pelayan publik juga akan penting dan berguna dilakukan. Selain itu diperlukan pula penerapan pembatasan kapasitas dalam satu ruangan/gedung dan durasi bekerja juga menjadi penting dilakukan.

Pola kombinasi WFH dan WFO perkantoran dan penutupan sementara waktu sekolah dan perguruan tinggi terbukti efektif diterapkan. Selain itu pembatasan mobilitas dan interaksi setidaknya memastikan orang yang terus bergerak dalam status imunitas lengkap juga sangat penting selama periode Februari dan Maret 2022.

"Akan tetapi, harus diingat bahwa, meski mayoritas penderita bergejala ringan/sedang, hal ini tidak menjadi jaminan bahwa pasien akan terhindar dari keparahan dan fatalitas (masuk ICU atau kematian). Kondisi ini akan diperbesar potensinya jika pasien tidak memiliki imunitas yang memadai, baik karena belum divaksin atau belum divaksin dua dosis atau menurun imunitasnya," tegas Dicky.

Oleh karena itu, upaya memastikan capaian dua dosis vaksin ditambah booster vaksin bagi yang telah lebih dari lima bulan menjadi sangat penting dilakukan terutama pada kelompok berisiko seperti lansia dan penderita penyakit hipertensi, jantung, ginjal dan komorbid lainnya.

Upaya pencegahan lainnya adalah dengan memakai masker berkualitas tinggi (N95/KN95) karena Omicron sangat efektif menular melalui udara. Selain itu, penting dilakukan perbaikan kualitas kuantitas sirkulasi dan ventilasi udara di gedung perkantoran agar udara mengalir dengan efektif yakni 10-20 sirkulasi per jam dan terjadi pertukaran antara udara dalam ruangan dan luar ruangan.

"Upaya lainnya juga bisa ditambah dengan penggunaan AC berpenyaring (HEPA Filter) dan atau UVC," ucapnya.

Selanjutnya, sangat penting diketahui bahwa Omicron memiliki kemampuan bertahan lebih lama di permukaan atau lingkungan dibanding varian lainnya. Maka, menjaga kebersihan (disinfeksi) rumah, ruangan kerja/kantor dan tempat-tempat umum menjadi sangat penting dilakukan.

Artikel Asli