Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Eijkman Jelaskan Efektivitas Vaksin Booster Lawan Varian Omicron

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Tenaga medis menyuntikkan vaksin Covid-19 Pfizer booster saat pelaksanaan vaksinasi dosis ketiga di Kantor OJK, Wisma Mulia 2, Jakarta Selatan, Minggu (23/1/2022). Pemerintah mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 booster atau vaksin dosis ketiga kepada masyarakat umum. Vaksin booster bertujuan untuk memperkuat imunitas masyarakat di tengah serbuan virus corona varian Omicron di Indonesia.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wien Kusharyoto mengungkapkan kemanjuran atau efektivitas vaksin dosis ketiga atau booster dalam melawan penularan varian Omicron.
Wien mengatakan, pemberian vaksin booster dapat menurunkan risiko rawat inap di rumah sakit akibat terinfeksi Covid-19 varian Omicron sebanyak 89 persen.
"Di sini sekali lagi, terjadi peningkatan kemungkinan perlindungan atau efektivitas dari vaksin booster tersebut," kata Wien dalam diskusi secara virtual, Rabu (26/1/2022).

Baca juga: Dinkes Bandung Targetkan 1.700 Vaksin Booster, Prioritaskan Lansia
Wien mengatakan, efektivitas vaksinasi Covid-19 dosis lengkap menggunakan jenis vaksin Pfizer setelah 6 bulan akan mengalami penurunan, khususnya dalam memberikan perlindungan terhadap risiko rawat inap di rumah sakit.
Namun, kata dia, setelah diberikan vaksin booster, perlindungan akan kembali meningkat.
"Artinya efektivitas dari booster itu kemudian mampu kira-kira memberikan perlindungan sekitar 63 persen," ujarnya.
Wien juga mengatakan, efektivitas dari vaksin booster akan mengalami penurunan, namun penurunannya lebih landai dibandingkan vaksinasi dosis lengkap.

Baca juga: Studi CDC Ungkap Vaksin Booster Dibutuhkan untuk Melawan Omicron
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa risiko rawat inap bagi seseorang yang sudah divaksin akan lebih rendah dibandingkan mereka yang belum divaksin.
"Ini adalah sebuah studi di Amerika Serikat di kota New York dan bisa dilihat bahwa ketika seseorang sudah divaksinasi maka kemungkinan harus dirawat di rumah sakit jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang belum divaksinasi," ucap dia.

Penulis : Haryanti Puspa Sari Editor : Bagus Santosa

Artikel Asli