Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Pediophobia, Ketakutan Tak Wajar pada Boneka Mirip Manusia seperti Spirit Doll

ilustrasi boneka/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Михаил Руденко
ilustrasi boneka/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Михаил Руденко

Spirit doll atau boneka arwah belakangan menjadi populer di kalangan selebriti. Beberapa artis Tanah Air memiliki boneka mirip manusia tersebut, Bunda. Tak hanya itu, ada juga yang memperlakukan boneka itu selayaknya anak atau bayi manusia.

Sebagian orang mungkin merasa tidak nyaman atau takut ketika melihat boneka-boneka tersebut. Kalau Bunda sendiri, bagaimana menilainya? Apakah Bunda merasa takut atau menganggapnya hal biasa?

Tenang, kalau takut, Bunda tidak sendirian kok. Ini karena ada alasan psikologis di baliknya.

Neurolog Sigmund Freud merupakan salah satu orang yang pertama kali membahas rasa ngeri atau tidak nyaman saat melihat boneka. Manusia disebut memang punya dorongan untuk menghindari hal-hal yang mirip manusia, namun bukan manusia.

Itulah kenapa hal seperti zombie, boneka jahat, atau robot manusia begitu populer dalam karya fiksi horor. Ya, ketakutan akan boneka telah banyak dieksploitasi dalam budaya pop, mulai dari film hingga acara Halloween.

Dalam sebagian besar kisah yang diangkat dalam film, premisnya adalah bahwa boneka yang tampaknya tidak berbahaya telah menjadi makhluk hidup yang bertekad untuk menghancurkan. Apakah ini terjadi melalui mantra sihir atau kebetulan, hasil akhirnya tetap sama, mainan anak-anak menjadi mematikan.

Bicara mengenai ketakutan pada boneka, ahli psikologi Profesor Frank McAndrew dari Knox College menjelaskan saat seseorang melihat hal mirip manusia, tapi bukan manusia, ada konflik yang bisa terjadi dalam pikiran. Otak tidak bisa mengategorikannya dalam hal yang dikenali dan ini menjadi sumber perasaan tidak nyaman.

Kemudian ada istilah pediophobia, sebuah fenomena ketakutan tak wajar terhadap boneka. TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Artikel Asli