Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Kini Buang Sampah Cukup Klik di HP, Ditukar Uang & Pulsa di Deretan Aplikasi Ini

TODAY Special Dipublikasikan 17.00, 19/02
Foto: Farhan Abas/Unsplash
Foto: Farhan Abas/Unsplash

Setiap bulannya LINE TODAY akan menyoroti topik-topik yang dekat dengan pembaca. Artikel ini adalah bagian dari konten spesial bulan ini: "Indonesia Darurat Sampah" dalam rangka Hari Peduli Sampah setiap 21 Februari. Ada deretan kisah sejumlah anak muda dan perusahaan berupaya mengurangi sampah dengan cara kreatif dan berbasis teknologi. 

Kamu mau menyelamatkan bumi tapi mager? Kini ada sejumlah aplikasi yang memungkinkan kamu jadi pahlawan lingkungan dari rumah. 

Bahkan, saat menyetorkan sampah kamu bisa mendapat sejumlah keuntungan mulai dari pulsa, token listrik, voucher belanja, hingga uang. Jadi tak ada alasan lagi buat kamu malas mendaur ulang sampah.

Yuk simak tujuh aplikasi yang menawarkan fitur menukar sampah jadi bernilai ekonomi:

1. Octopus

Foto: Instagram Hamish Daud Wyllie @hamishdw
Foto: Instagram Hamish Daud Wyllie @hamishdw

Aplikasi yang diprakarsai antara lain oleh Hamish Daud ini mengajak penggunanya mengumpulkan sampah dan memberi imbalan. Mulai dari voucher potongan harga Kopi Kenangan hingga uang. 

Masyarakat bisa menjadi pengguna, Pelestari (mitra yang mengangkut sampah), dan mitra check point atau bank sampah. Ketiga tipe pengguna aplikasi yang sukses di kompetisi Top 25 SlingShot Singapore Start Up Competition ini akan mendapatkan keuntungan dan penghasilan tambahan. Sejauh sudah ada 35 ribu pengguna, 4.700 pelestari dan 1.600 mitra check point di aplikasi ini.

Octopus mulai beroperasi pada 2019 di Makassar dan tahun lalu di Bali. Kini mereka sedang menyiapkan operasi baru di Bandung, Jawa Barat.  Lebih lengkap soal aplikasi Octopus ini bisa kamu baca di artikel ini: Terbelit Utang dari Tiga Pinjaman Online, Pria Ini Tertolong Aplikasi Sampah dari Hamish Daud

2. E-Recycle

eRecycle/playstore
eRecycle/playstore

Aplikasi milik MIS Group ini spesialis sampah plastik. e-Recycle bisa mengidentifikasi berbagai macam jenis plastik dengan hanya memindai barcode di sampah tersebut. Setiap jenis plastik dihargai berbeda, mulai sekitar Rp4 ribu per kilogram. 

Pengguna applikasi ini perlu menyortir plastik sampah rumah tangga berdasarkan jenisnya tadi. Lalu petugas dari e-Recycle akan datang dan mengangkut sampah tersebut ke fasilitas pengolahan. Aplikasi ini menjanjikan pembayaran secara tunai atau transfer. Untuk saat ini, layanan e-Recycle hanya beroperasi di wilayah Jabodetabek.

3. PlasticPay

PlasticPay/Playstore
PlasticPay/Playstore

Plastic Pay ialah platform yang menyediakan penukaran sampah botol plastik menjadi barang yang dapat diekspor. Nantinya, sampah plastik yang dikumpulkan oleh PT Inocycle Technology Group Tbk (INOV) ini akan menjadi produk Eco-friendly. 

Pengguna yang menukar sampah akan mendapat poin. Caranya, bawa botol plastik PET bekas ke Mini Collection Point (MCP) terdekat, scan barcode yang tertera, lalu masukan botol plastik bekas tersebut ke dalam MCP. Konfirmasi sampah yang disetor kepada petugas dan kumpulkan poin yang bisa ditukar dengan pulsa, paket data, uang, serta bisa juga didonasikan. Plastic pay saat ini melayani area sekitar Tangerang, Banten. 

4. Mountrash

Mountrash/Playstore
Mountrash/Playstore

Melihat fenomena meningkatnya sampah rumah tangga di Jabodetabek akibat bekerja dari rumah, seorang sarjana dari IPB meluncurkan aplikasi usaha rintisan pengelolaan daur ulang sampah ini. Selain mengatasi masalah sampah, aplikasi ini juga ingin memberi alternatif pemasukan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Pada aplikasi ini terdapat fitur jual. Usai memasukkan informasi soal sampahnya pada fitur tadi, pengguna akan mendapat barcode yang harus dikirimkan ke nomor WhatsApp Mountrash untuk pengaturan penjemputan. Pengguna yang tengah menjalani kerja atau kuliah online, bisa menukarkan sampah dengan kuota internet melalui aplikasi Mountrash.

5. Gringgo/SWAI

Gringgo
Gringgo

Aplikasi ini mengajarkan penggunanya mengenali jenis sampah dengan mengarahkan kamera ke benda yang akan dibuang. Pembuatnya, Olivier Pouillon dan Febriandi Pratama, berharap bisa mengajarkan pengelolaan sampah kepada anak-anak.

Fitur pengenalan sampah ini membuat penggunanya tahu nilai ekonomi dari tiap jenis sampah dan ke mana mereka bisa membuangnya. Sampah yang dikumpulkan bisa langsung diserahkan ke TPS terdekat untuk ditukar dengan uang sesuai jumlah dan jenis sampahnya. SWAI yang beroperasi di Bali ini juga menyediakan layanan penjemputan sampah.

6. Angkuts

Angkuts
Angkuts

Angkuts beroperasi di Pontianak, Kalimantan Barat. Selain menyetor sampah, warga Pontianak juga bisa mendapatkan sejumlah uang saat menjaga kebersihan. Aplikasi ini digagas oleh Muhammad Hafiz Waliyuddin. 

Pengunduh aplikasi ini akan diberi dua pilihan untukng diangkut: barang atau sampah. Lalu juga diminta memilih kendaraan untuk mengangkutnya.

Penjemputan ini akan dikenakan tarif flat Rp10 ribu untuk 10 kilometer pertama serta Rp1,500 per kilometer tambahan. Sampah yang dikumpulkan akan ditimbang dan hasil penjualannya masuk ke virtual account pengguna.

7. Mallsampah

Mallsampah/playstore
Mallsampah/playstore

Mallsampah menjadi penghubung antara pengepul dan pemulung terdekat untuk masyarakat Makassar. Penggagasnya, Adi Saifulah Putra, mendapatkan ide saat melihat truk sampah pemkot kesulitan menjangkau tempat tinggal sehingga sampah warga menumpuk terurus. 

Mallsampah memiliki beragam fitur seperti Jual Sampah, Donasi Sampah, Zero Waste, Produk Hijau, serta Gerakan Hijau. Fitur Gerakan Hijau diperuntukan untuk komunitas yang ingin memulai gerakan daur ulang untuk mendapatkan poin yang dapat ditukarkan dengan berbagai voucher.

*** 

Selain tujuh aplikasi ini masih banyak yang lainnya yang mungkin lebih dekat dengan rumahmu. Nah jadi kamu yang kepepet butuh uang atau pulsa tak perlu lagi berebut menaikkan sebuah hashtag jadi trending topic dengan imbalan pulsa atau uang elektronik. Kamu yang jadi seksi dana usaha juga punya alternatif keren buat menambah budget acara.

Ke depannya aplikasi yang menghubungkan masyarakat dengan pengepul sampah dan pusat daur ulang ini akan makin menjadi tren. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, dalam pesannya dalam Hari Peduli Sampah Nasional 21 Februari 2021 mengatakan, salah satu target pemerintah dalam mengatasi masalah sampah adalah dengan mendorong industri pengelolaan sampah. 

Pemerintah, kata Menteri Siti, ingin sampah menjadi bernilai ekonomi. Caranya dengan mendorong pertumbuhanindustri pengumpulan dan pengakutan sampah, industri alat serta mesin pengolah sampah, industri daur ulang, industri kompos, dan energi alternatif dari sampah.