Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Pelajar SMP di Pulau Buru Protes Pernikahan Dini Usai Temannya Menikah dengan Tokoh Agama

Tribunnews.com Dipublikasikan 23.32, 09/10
Aksi protes pernikahan anak di bawah umur oleh ratusan siswa SMP Negeri 1 Namrole di Kabupaten Buru.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

TRIBUNNEWS.COM, AMBON - Ratusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Namrole di Kabupaten Buru Selatan berunjuk rasa memprotes temannya yang menikah.

Alhasil aksi protes siswa/siswi SMP ini viral di media sosial.

Akun official @magdaleneid pun membagikan postingan berita aksi protes siswa itu di laman Instagram, Jumat (8/10/2021).

Dalam postingan tersebut, @magdaleneid ikut menyuarakan keprihatinannya akan pernikahan dini siswa SMP berinisial NK itu.

NK yang baru menginjakan kaki di bangku kelas III SMP dinikahkan orang tuanya dengan seorang ustad asal Tangerang Selatan.

xxx

Selisih umur antara NK dan Ustaz 15 tahun. 

Ayah NK diketahui adalah seorang pejabat publik di Buru Selatan.

“Di tengah kegelisahan karena angka perkawinan anak yang terus naik, kami terharu mendengar berita tentang aksi solidaritas guru dan teman-teman SMPN 01 Namrole yang turun ke jalan ketika salah satu muridnya dipaksa menikah,” tulis @magdaleneid.

Protes pun menyeruak usai pernikahan dini akhir September itu.

Aksi protes pernikahan anak di bawah umur oleh ratusan siswa SMP Negeri 1 Namrole di Kabupaten Buru. (Sumber; Istimewa) ()

Tidak hanya para siswa, para guru juga ikut dalam aksi unjukrasa yang dipimpin langsung kepala sekolah, Selasa (4/10/2021) di Kantor Agama Buru Selatan.

Aksi bahkan berlanjut di DPRD serta kantor Bupati Buru Selatan.

Sejumlah tuntutan disuarakan para siswa, diantaranya menolak praktek pernikahan di bawah umur serta menuntut pemberian sanksi kepada aparatur negera yang terlibat dalam praktek tersebut.

Postingan @magdaleneid disukai lebih dari 14 ribu akun serta menuai dukungan di kolom komentar.

“I’m tearing up, semoga banyak orang khususnya anak2 mulai sadar soal bahaya perkawinan anak usia dini,” tulis carolinaday08.

“Buset udah bukan jamannya lagi maksain anak nikah sma pilihan orthya emng jaman siiti Nurbaya apa, kasihan bener mana masih muda punya masa depan padahal klw lanjut pendidikan,” cetus irwanto.18.

Salut sama teman-teman dan gurunya, tapi tetap miris baca sumber beritanya karena ayah NK malah membela pilihan menikahkan anaknya karena dia sendiri menikah dengan istrinya saat Ibu NK masih 16 tahun

Artikel Asli