Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Dokter Skakmat Ibu Gaga Muhammad yang Ragukan Operasi Laura Anna

Janariyah, ibu Gaga Muhammad [YouTube:Crazy Nikmir Real]
Janariyah, ibu Gaga Muhammad [YouTube:Crazy Nikmir Real]

Suara.com - Ibu Gaga Muhammad, Janariyah menuai kecaman dari publik. Itu karena ia meragukan operasi yang pernah dilakukan Laura Anna.

Janariyah mendengar bahwa kemungkinan Laura Anna sembuh dari lumpuh setelah operasi adalah 1000:1. Lantas dengan prediksi ini, perempuan berhijab itu mempertanyakan apa gunanya sang selebgram melakukan tindakan tersebut.

"Saya bilang, lho kalau memang 1000:1 yang sembuh, kenapa dilakukan?" kata ibu Gaga Muhammad di kanal YouTube Nikita Mirzani.

Ucapan itu akhirnya sampai ke dokter bedah tulang, Asa Ibrahim. Sebagai tenaga medis, ia menentang keraguan ibu Gaga Muhammad.

Pada kasus seperti Laura Anna yang mengalami spinal cord injury dengan patah atau dislokasi tulang leher, diharuskan sekali menjalani operasi.

Targetnya adalah mengembalikan posisi tulang, meningkatkan proses penyembuhan, menstabilkan leher dan menghilangkan nyeri.

"Harapannya proses penyembuhan bisa terjadi, tulang stabil, bisa menggerakan leher dengan nyaman dan melakukan berbagai aktivitas," kicau Asa Ibrahim di Twitter pada Jumat (7/1/2022).

Asa Ibrahim memberikan analogi, seseorang yang jarinya terpentok meja saja, pasti merasakan nyeri. Apalagi kondisi Laura Anna yang mengalami pergeseran tulang.

"Sakitnya luar biasa. Dengan operasi, bisa menanggulangi hal itu," ujarnya.

Setidaknya, walaupun Laura Anna masih dalam keadaan lumpuh, ia tidak lagi merasakan sakit di bagian leher ataupun ketika bergerak. Semua itu karena ia menjalani operasi.

"Jadi, ungkapan operasi itu sia-sia, salah banget ya," tegas sang dokter.

Dokter bedah tulang itu memberikan pesan kepada siapapun yang sedang menghadapi kondisi tersebut. Kemungkinan sekecil apapun tetap harus diupayakan demi kesembuhan.

Bagi mereka yang juga ingin memberikan saran, harap melihat kondisi pasien. Jangan karena ketidaktahuan ilmu dan membuat kesimpulan, malah menyakiti perasaan orang lain.

"Kalau nggak benar-benar tahu, malah bisa menyakiti dan tampak bodoh. Maaf," katanya.

Artikel Asli