Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

44 Calon Jemaah Haji Diberangkatkan Menuju Mekah

44 Calon Jemaah Haji Diberangkatkan Menuju Mekah

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Pukul 05.15 wita puluhan calon jemaah haji sudah berkumpul di Kantor Kementrian Agama Kabupaten Buleleng, Kamis (23/6). Mereka akan berangkat ke Mekah, Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji. Sejumlah perbekalan pun dibawa. Tak lupa persiapan fisik dan mental. Para calon jemaah haji ini pun sangat disiplin. Pada pukul 06.00 wita seluruh calon jemaah yang berjumlah 44 orang ini telah berada dalam bus dan siap berangkat menuju embarkasi Surabaya. Seluruhnya merupakan bagian dari kloter 29 SUB Tahun 1443 H/2022.

Pelepasan calon jemaah haji ini dilakukan Wakil Bupati Buleleng, dokter I Nyoman Sutjidra. Keberangkatan tahun ini adalah awal dari keberangkatan selanjutnya setelah hampir dua tahun tidak melakukan keberangkatan haji lantaran pandemi. Calon jemaah haji pun diminta untuk tetap menjaga komunikasi bersama rombongan serta menjaga stamina agar tetap sehat sampai di Mekah. “Bapak Ibu jadi tamu Allah disana. Selamat saya ucapkan. Saya titipkan untuk dapat jaga nama baik Kabupaten Buleleng. Tolong doakan juga daerah kita agar senantiasa damai dan makin sejahtera. Tolong jaa stamina. Minum yang bayak, karena negra timur sedang ada gelombang panas,”ungkapnya.

Di sisi lain, Kepala Kantor Agama Kabupaten Buleleng I Made Subawa memaparkan, seharusnya ada lebih dari 80 CJH Haji Kabupaten Buleleng yang berangkat tahun ini. Namun, kebijakan pemerintah Arab Saudi hanya mengizinkan setengah kuota yang berangkat tahun ini. “Karena masih dalam transisi covid-19, kebijakan pemerintah Arab Saudi hanya mengizinkan 50 persen kuota haji pada tahun ini. Karena protokol kesehatannya sangat dijaga,” paparnya.

Disinggung mengenai masa tunggu haji di Kabupaten Buleleng, Subawa mengatakan masa tunggu haji umunya di Provinsi Bali saat ini mencapai 26 tahun. “Ini terjadi karena perbandingan yang mendaftar dengan yang berangkat tidak seluruhnya. 26 tahun tersebut hanya rata-rata. Bisa saja maju ataupun mundur,” kata dia.

Artikel Asli