Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Waspadai tren coba main saham di emiten perusahaan digital

Kontan.co.id Dipublikasikan 03.18, 13/08 • Dina Mirayanti Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fenomena coba main saham di kalangan investor pemula milenial sudah menjadi tren kekinian. Tak jarang membeli saham dengan bermodalkan ikut rekomendasi influencer pump and dump.

Sebagai contoh akhir-akhir ini, banyak investor trader pemula berharap untung ARA berhari-hari dari IPO salah satu startup unicorn. Namun, harganya ternyata terus bergerak turun.

Denny Huang CEO emiten.com mengatakan, pihaknya telah hadir sebagai platform yang mengedukasi investor atau trader agar memiliki kemampuan analisa secara mandiri sehingga tak terjebak dengan rekomendasi pump and dump.

Baca Juga: IHSG dibuka naik 0,22% ke 6.153, Jumat (13/8), net sell asing Rp 34,028 miliar

Aplikasi Startup emiten.com hadir sebagai bahan pertimbangan insight tambahan bagi investor trader dalam jangka menengah panjang maupun sekedar platform pembelajaran bagaimana analis menganalisa suatu saham beserta strategi jual-beli tersebut.

"Berbeda dengan banyak aplikasi saham lain yang hanya mengandalkan sinyal robot otomatis maupun satu analis yang sering kali berujung pump & dump, emiten.com hadir sebagai platform dengan beragam analis independen yang menyarankan para user agar paham dasar kemampuan analisa mandiri dan tetap haus akan informasi & data agar dapat memanfaatkan setiap kesempatan dalam rekomendasi dan mengatur profil risiko diri sendiri," jelas Denny dalam siaran pers, Jumat (13/8).

Dalam kasus IPO salah satu startup unicorn tersebut, lanjut Denny, analis independen emiten.com sebelumnya telah memperkirakan harga saham startup ini berpotensi turun ke fraksi harga di bawah 500. 

Dia sangat menyayangkan bila para investor pemula yang masuk dengan modal penuh tanpa analisa lebih dalam secara mandiri.

Emiten.com memberikan layanan akses gratis kepada penggunanya namun ada batasan iklan. Sementara jika pengguna ingin berlangganan premium cukup bayar Rp 229.000 selama setahun. Aplikasi ini dapat diunduh di Google Play Store.

Baca Juga: Manajer investasi tak gentar meski saham Bukalapak (BUKA) mentok auto rejection bawah

"Setiap ada potensi maksimal, para analis-analis independen kami aktif membagikan saham murah berpotensi hasil riset lengkap hingga risk reward bahkan strategi money management hingga pro kontra dari emiten tersebut," kata Denny.

Platform ini juga masih terbuka bagi analis kompeten dan berintegritas yang ingin bergabung.

Artikel Asli