Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Sergio Perez Rasakan Perubahan setelah Menjadi Bintang di Formula 1

Sergio Perez Rasakan Perubahan setelah Menjadi Bintang di Formula 1

Sergio Perez kini menjadi idola baru publik Meksiko. Penampilan apiknya pada musim 2021 lalu bersama Red Bull membuat dirinya kini menjadi sosok yang dikagumi di negaranya.

Ketenaran Sergio Perez, khususnya di negara sendiri, membawa perubahan pada dirinya. Padahal, pembalap bernomor mobil 11 itu tak pernah memimpikan bisa menjadi terkenal seperti sekarang ini.

1. Sergio Perez pertama kali berkarier di Formula 1 pada musim 2011

Sergio Perez pertama kali berkiprah di ajang Formula 1 pada musim 2011. Kala itu ia memperkuat Sauber dan menyandang status sebagai pembalap Meksiko pertama yang berada di grid. Terakhir kali Meksiko punya pembalap di Formula 1 adalah Hector Rebaque pada 1981 silam.

Selepas itu, Perez sempat memperkuat McLaren pada musim 2013. Hanya semusim saja ia berada di tim itu dan perjalanannya berlanjut ke Force India di musim 2014. Ketika Force India berubah menjadi Racing Point pun Perez masih ada di tim hingga penghujung musim 2020.

2. Berpikir kariernya akan berakhir di akhir musim 2020, Perez justru bergabung ke Red Bull

Perez sejatinya berpikir bahwa kariernya akan mencapai akhir di musim 2020. Pasalnya, Racing Point yang kemudian berubah menjadi Aston Martin merekrut Sebastian Vettel untuk menjadi rekan setim Lance Stroll. Namun, ia mendapat tawaran dari Red Bull dan resmi bergabung di musim 2021.

Pada musim perdananya bersama Red Bull, Perez sukses naik podium lima kali dan menang pada GP Azerbaijan. Ini menjadi kemenangan kedua dalam kariernya di Formula 1 setelah sebelumnya sukses finis pertama pada GP Sakhir bersama Racing Point pada musim 2020.

3. Perez tak pernah bermimpi bisa terkenal seperti sekarang ini

Saat ditanya mengenai cara mengatasi ketenaran yang didapatkannya saat menjadi pembalap Formula 1, Perez mengaku hal itu adalah bagian dari "pertunjukkan" dalam kariernya. Dirinya sendiri tak pernah memimpikan bisa mendapat sorotan publik sebanyak sekarang.

“Aku tak pernah memimpikan tentang itu, aku tak pernah bermimpi jadi terkenal, atau memiliki banyak dukungan. Aku rasa mimpi utamaku berkaitan dengan performa di trek. Aku ingin menjadi sukses di trek. 

Aku ingin menjadi pembalap terbaik di dunia dan aku masih mengejar mimpiku. Namun, sisanya akan datang mengikuti,” kata Perez dilansir GPFans.

4. Perez menyadari ada sisi lain di balik ketenaran yang dirinya dapat, apa itu?

Meski begitu, Perez sangat  bersyukur bisa mendapat dukungan dari publik negaranya. Ia merasa pembalap lain belum tentu mendapatkan pengalaman yang sama dengan dirinya. Namun, di balik itu, dirinya menyadari bahwa ada sisi lain saat namanya mulai dikenal publik.

“Aku sangat beruntung untuk mendapatkannya sebab tak banyak pembalap lain yang merasakan pengalaman mendapat dukungan yang banyak dari negaranya. Jadi, aku sangat beruntung dan punya keistimewaan untuk memilikinya.

Namun, itu selalu datang dengan konsekuensi. Semua orang tahu Anda kembali pulang, semua orang tahu Anda ada di mana, apa yang Anda lakukan. Semua orang ingin memberitahu Anda bagaimana Anda bisa menjadi lebih baik, apa yang Anda lakukan benar atau salah,” cerita Perez.

5. Performa Perez dan Verstappen di Formula 1 musim 2021

Jika menilik dari perbandingan performa dengan Max Verstappen, Sergio Perez jelas berada di belakang rekan setimnya. Meski begitu, Perez mampu tiga kali finis di depan Verstappen berdasarkan data dari Formula1.com dan juga terlibat pertarungan dengan duo Mercedes saat balapan.

Musim 2022 akan menjadi musim kedua sekaligus menjadi musim penentuan bagi Perez sebab kontraknya akan habis di akhir musim nanti. Akankah ia mampu menunjukkan penampilan bagus?

Artikel Asli