Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Pertamax Mahal, Konsumsi Pertalite Naik Lima Persen

Pertamax Mahal, Konsumsi Pertalite Naik Lima Persen

MATARAM-Kenaikan harga Pertamax berimbas pada peningkatan konsumsi Pertalite hingga lima persen.

”Pertalite naik lima persen dan Pertamax turun lima persen juga,” ucap Section Head Communication & Relations Pertamina Jatimbalinus Arya Yusa Dwicandra, Jumat (13/5).

Ia menjelaskan, perpindahan penggunaan BBM dari Pertamax ke Pertalite bukan menjadi persoalan. Kondisi tersebut dikatakan wajar, karena kembali pada pilihan konsumen. Tidak ada paksaan mereka harus menggunakan BBM Pertamax atau Pertalite.

”Kami dari Pertamina mempersilakan konsumen untuk memilih produk yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraannya,” ungkapnya.

Dari segi pendistribusian dipastikan tetap berjalan lancar. Begitu juga dengan ketersediaan BBM, baik untuk Pertalite maupun Pertamax di setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak Umum (SPBU).

”Aman dan lancar, tidak ada kendala,” tuturnya.

Kenaikan harga Pertamax pun baru dilakukan dalam kurun waktu 3 tahun terakhir, sejak tahun 2019. Itu setelah mempertimbangkan harga minyak bulan Maret yang jauh lebih tinggi dibanding Februari, maka harga keekonomian atau batas atas BBM umum RON 92 bulan April 2022 akan lebih tinggi lagi dari Rp 14.526 per liter. Bisa jadi sekitar Rp 16.000 per liter. Dengan demikian penyesuaian harga Pertamax menjadi Rp 12.500 per liter ini masih lebih rendah Rp 3.500 dari nilai keekonomiannya.

”Harga baru masih terjangkau khususnya untuk masyarakat mampu. Kami juga mengajak masyarakat lebih hemat dengan menggunakan BBM sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Sebelumnya, Ketua DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) NTB I Komang Ghandi membenarkan terjadi perubahan perilaku konsumen yang beralih pakai Pertalite. Terlihat pada menurunnya penjualan BBM jenis Pertamax disejumlah Pertashop.

”Meski beralih, tapi stok BBM jenis Pertamax hingga Pertalite masih aman dan kondusif. Termasuk pendistribusiannya ke sejumlah SPBU di Lombok dan Sumbawa,” ujarnya.

Ghandi mengimbau masyarakat yang memiliki kendaraan baru tetap menggunakan Pertamax. Hal itu guna menjaga kinerja mesin kendaraan sehingga lebih awet serta mengurangi pemborosan penggunaan BBM.

”BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar subsidi dikonsumsi oleh 83 persen konsumen,” pungkasnya. (ewi/r9)

Artikel Asli