Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Pinjol Catat Pinjaman Tak Lancar Tembus Rp1,74 Triliun

CNN Indonesia Dipublikasikan 12.57, 02/12/2021 • CNN Indonesia
OJK mencatat dari total outstanding pinjaman Rp27 triliun, di antaranya Rp1,74 triliun merupakan pinjol tak lancar dan Rp521 miliar pinjol macet. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
OJK mencatat dari total outstanding pinjaman Rp27 triliun, di antaranya Rp1,74 triliun merupakan pinjol tak lancar dan Rp521 miliar pinjol macet. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).

Statistik Fintech yang dilansir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pinjaman online (pinjol) tak lancar atau terlambat 30 hari-90 hari mencapai Rp1,74 triliun per September 2021.

Angkanya tumbuh tipis 2,16 persen dibandingkan Oktober 2021, yaitu Rp1,71 triliun. Namun, melesat 57,52 persen dibanding awal tahun ini atau Januari 2021 yang senilai Rp1,10 triliun.

Diketahui, Rp1,63 triliun pinjol tak lancar berasal dari peminjam perorangan, dan Rp112 miliar dari peminjam badan usaha. Dengan total rekening aktif peminjam sebanyak 1,26 juta rekening.

Adapun, pinjol macet atau di atas 90 hari menembus Rp521 miliar pada kuartal III 2021 atau naik 12,77 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar Rp462 miliar.

Pinjol macet tersebut berasal dari 320.978 rekening peminjam, yang terdiri dari 320.900 peminjam perorangan dan 78 peminjam badan usaha.

Sementara, masih ada 21,29 juta rekening peminjam yang terlambat membayarkan tunggakan pinjol sampai 30 hari. Jumlahnya mencapai Rp25,21 triliun.

Mengutip laman OJK, Kamis (2/12), TKB atawa tingkat keberhasilan bayar yang menjadi indikator pinjaman bermasalah atau dikenal dengan istilah NPL di perbankan, berada di level 98,10 persen pada September 2021. Trennya turun dibandingkan bulan sebelumnya, yakni 98,23 persen.

Secara keseluruhan, totaloutstanding pinjaman online sebesar Rp27,48 triliun, terdiri dari Rp23,41 triliun pinjol kepada peminjam perorangan dan Rp4,06 triliun kepada peminjam badan usaha.

Total pinjaman yang mengalir berasal dari 107 pelaku usaha pinjol, dimana 99 di antaranya adalah pinjol konvensional dan 8 pinjol syariah. Jumlah ini menyusut dari sebelumnya, yaitu 114 pinjol yang dicoret oleh OJK karena ketidakmampuan penyelenggara usaha meneruskan kegiatan operasional.

Informasi lebih lengkap mengenai daftar pinjol resmi terbaru bisa dilihat di situs resmi OJK www.ojk.go.id.

OJK mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan jasa pinjol yang sudah terdaftar atau berizin resmi dari OJK.

"Hubungi Kontak OJK 157 melalui nomor telepon 157 atau layanan WhatsApp 081-157157-157 untuk mengecek status izin penawaran produk jasa keuangan yang Anda terima," tulis OJK.

[Gambas:Video CNN]

Artikel Asli