Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Gelar Operasi Pamor Keris, Pasukan Gabungan Gresik Antisipasi Omicron

Gelar Operasi Pamor Keris, Pasukan Gabungan Gresik Antisipasi Omicron

JawaPos.com- Antisipasi persebaran Covid-19, terutama varian Omicron, mesti terus menjadi perhatian serius berbagai pihak. Kemarin (25/1), Polres Gresik menerjunkan ratusan personel gabungan untuk melaksanakan patroli motor penegakan protokol kesehatan di masyarakat (Pamor Keris).

Sebelumnya, penerjunan ditandai apel gelar pasukan di halaman Mapolres Gresik. Kegiatan tersebut juga diikuti personel gabungan Polres, Kodim 0817, dan Satpol PP Pemkab Gresik. Sebelum berpatroli, pengecekan akhir dilakukan kepada para personel. Tujuannya, memastikan persiapan pada aspek personal maupun sarana-prasarana serta keterlibatan unsur terkait.

’’Operasi Pamor Keris perdana ini akan menyisir sejumlah ruas jalan yang ramai kendaraan,’’ ujar Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Azis saat memimpin apel.

Mantan Kapolres Ponorogo itu juga menginstruksi jajarannya agar pelaksanaan Pamor Keris mengedepankan kegiatan secara humanistis. Yakni, memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan pentingnya protokol kesehatan Covid-19. ’’Memberikan teguran simpatik dan membagikan masker bagi pengendara dan warga yang tidak memakai masker,’’ ujarnya.

Alumnus Akpol 2002 itu menyatakan bahwa saat ini Kabupaten Gresik masih berada di PPKM level 1. Meski demikian, kedisiplinan dalam menerapkan protokol kesehatan harus tetap ditingkatkan. Pihaknya terus menyosialisasikan penerapan prokes di masyarakat. ’’Jangan sampai lengah. Tetap mematuhi protokol kesehatan,’’ ujarnya.

Di antaranya, menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Azis menyampaikan bahwa varian Omicron tidak seganas varian Delta, tetapi persebarannya 5 kali lebih cepat. ’’Sehingga protokol kesehatan tetap harus diterapkan. Khususnya pada pusat keramaian dan aktivitas masyarakat,’’ ujarnya.

Nanti, selain menekankan pada upaya penertiban masyarakat agar menaati protokol kesehatan, operasi tersebut bertujuan mengantisipasi tindak pidana jalanan 3C (curat, curas, dan curanmor).

’’Dengan hadirnya polisi di tengah-tengah masyarakat, dapat membuat masyarakat merasa aman,’’ tandas perwira dengan dua melati di pundak itu.

Artikel Asli