Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Tersangka Pembunuh Kim Jong-nam Pernah Bertugas di Indonesia

Tempo.co Dipublikasikan 23.10, 23/03/2017 • TEMPO.CO
Warga Korea Utara, Ri Jae Nam (kiri depan), Hong Song Nac (kiri belakang) dan Ri Ji Hyun (kanan) terlihat dalam sebuah foto yang dirilis oleh Royal Malaysia Police, 19 Februari 2017. Tiga orang tersebut diduga sebagai aksi pembunuhanan Kim Jong-nam. REUTERS
O Jong-gil, tersangka dalang pembunuhan Kim Jong-nam, diketahui pernah bertugas di Kedutaan Korea Utara di Indonesia. Ia yang mempengaruhi Siti Aisyah.

TEMPO.CO, Kuala Lumpur - O Jong-gil, satu dari empat warga Korea Utara yang diburu polisi Malaysia sebagai dalang pembunuhan Kim Jong-nam, diketahui pernah bertugas di Kedutaan Besar Korea Utara di Indonesia. Pria berusia sekitar 54 tahun ini disebut berperan mempengaruhi Siti Aisyah untuk terlibat dalam perencanaan untuk membunuh Kim Jong-nam.

Menurut NHK yang kemudian dikutip Yonhap dan Free Malaysia Today, 22 Maret 2017, O Jong-gil dan Siti melakukan uji coba untuk mempersiapkan pembunuhan Kim Jong-nam di Kuala Lumpur, Malaysia.

Sebelumnya, diberitakan Channel News Asia, Siti dipengaruhi oleh warga Korea Utara yang memperkenalkan diri sebagai James untuk ikut menjadi bintang acara prank dalam reality show televisi Korea. Polisi Malaysia mengidentifikasi James sebagai Ri Ji-u, 30 tahun.  

Siti sempat sepuluh kali berlatih di Kuala Lumpur hingga akhirnya pada 13 Februari 2017 ia memainkan acara prank di Bandara Internasional Kuala Lumpur, KLIA2, dengan target seorang pria yang akan diberi tahu nantinya.

Sebelum Siti berlatih bermain prank, Siti diajak James bertemu Chang, bos James, yang fasih berbahasa Cina dan bahasa Indonesia. Chang meminta Siti mengoleskan obat salep ke tubuh target acara prank yang akan diberi tahu nantinya. Polisi Malaysia menyebut Chang tak lain adalah Hang Song-hac, 32 tahun, satu dari empat perancang pembunuhan Kim Jong-nam yang masih diburu Interpol.

Polisi Malaysia belum menjelaskan peran O Jong-gil dalam kasus kematian Kim Jong-nam.  

Pihak Imigrasi Indonesia pada 20 Februari 2017 merilis data tentang empat warga Korea Utara yang diburu polisi Malaysia masuk Jakarta pada 13 Februari 2017 dari Kuala Lumpur. Tiga di antaranya terbang pada hari yang sama ke Dubai dengan menggunakan maskapai Emirate EK0359, pukul 22.30 WIB.

Adapun O Jong-gil baru meninggalkan Jakarta pada 19 Februari 2017, pukul 11.26, menuju Bangkok. O Jong-il terbang menggunakan pesawat Thai Airways TG434.

FREE MALAYSIA TODAY | CHANNEL NEWS ASIA | MARIA RITA

Artikel Asli