Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Terlilit Pinjol Jutaan Rupiah, Wanita di Padang Nekat Gasak Perhiasan Majikan, Ini Pengakuan Pelaku

Tribunnews.com Dipublikasikan 01.41, 03/12/2021
Eni (39), seorang asisten rumah tangga (ART), pelaku pencurian perhiasan di Kota Padang, Provinsi Sumbar, saat diamankan di kantor polisi pada Kamis (2/12/2021).

TRIBUNNEWS.COM - Kasus seorang wanita nekat mencuri perhiasan milik majikan terjadi di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Diketahui yang menjadi pelakunya adalah EW alis Eni (39).

Ia sehari-hari bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART).

Sementara motif Eni melakukan aksinya lantaran tak tahan terjerat pinjaman online.

Pengakuan pelaku

Eni mengaku tergiur dengan pinjaman online lantaran prosesnya cepat dan praktis.

"Itu aplikasi (pinjol) ilegal, yang mana cara tercepat untuk mendapatkan uang. Hanya dengan satu klik saja sudah bisa langsung cair uangnya," kata Eni, Jumat (3/12/2021)

Eni mengatakan, uang yang dipinjam Rp 1,5 juta setahun yang lalu pada sebuah aplikasi pinjaman online dan yang diterima Rp 1.350 ribu.

xxx

Namun, kalau telat membayarnya bunganya mencapai Rp 80 ribu sehari. Dikarenakan sudah lama tidak membayar sehingga bunganya sudah mencapai Rp 8 juta.

"Saya tinggal bersama majikan selama 1 tahun, dan saya ambil perhiasannya berupa kalung, gelang, dan cincin emas," kata Eni.

Eni mengatakan bahwa kalung emas tersebut tidak dijual melainkan digadaikan ke Pegadaian Rp 21 juta rupiah.

"Sebelumnya saya tidak ada bekerja, suami seorang honorer dan anak ada 5 orang," kata Eni.

Kata polisi

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda, Jumat (11/6/2021) . (TribunPadang.com/Rezi Azwar)

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Rico Fernanda, mengatakan peristiwa ini diketahui oleh pihaknya berawal dari adanya warga yang melapor bahwasanya emasnya telah hilang dan diduga dicuri.

"Kami dari Satuan Reskrim Polresta Padang telah menerima laporan dari masyarakat yang mengatakan bahwa emasnya telah hilang dicuri," kata Kompol Rico Fernanda menjawab wartawan, Kamis malam kemarin.

Kasat mengatakan dari hasil penyelidikan dapat diungkap bahwa pelakunya adalah asisten rumah tangga dari korban.

"Asisten rumah tangga ini hendak berhenti dari pekerjaannya. Dari sanalah korban merasa curiga kepada pelaku," kata Kompol Rico Fernanda.

Sebelumnya, terduga pelaku menggadaikan emas milik korban di Pegadaian Cabang Siteba dengan meminta tolong kepada teman dekatnya berinisil A.

Pihaknya juga telah meminta keterangan A, yang membenarkan pelaku meminta tolong untuk menggadaikan emasnya.

"Bentuk emasnya ini sesuai dengan bentuk emas milik korban yang hilang," kata Kasat Kompol Rico Fernanda.

Setelah adanya bukti-bukti yang pelaku yang telah mengambil perhiasan itu, Tim Klewang Polresta Padang menangkap Eni, di rumah korban di satu komplek perumahan di Kota Padang, Provinsi Sumbar.

"Korban mengalami kerugian lebih kurang Rp 21 juta. Jadi pelaku mengakui bahwa dasar ia mencuri, karena merasa terbebani oleh pinjaman online ini," kata Kompol Rico Fernanda.

Selain itu, terduga pelaku juga memiliki tanggungan anaknya untuk sekolah, sedangkan suaminya dikatakan sebagai pekerja honorer.

"Berdasarkan pengakuan pelaku, ia meminjam uang Rp 1.5 juta dan menerima Rp 1.350.000,-. Karena tunggakannya sehingga bunganya mencapai sekitar Rp 8 juta rupiah," katanya.

Sejauh ini lanjutnya, terduga pelaku, mengaku relatif sering diteror oleh penagih pinjaman online melalui telepon dan pesan singkat atau short message service/SMS.

Selain itu, orang-orang yang ada dalam kontak HP terduga pelaku dikatakan ikut juga diteror oleh penelepon yang diperkirakan adalah penagih pinjaman online.

"Berdasarkan pengakuannya, pelaku membutuhkan uang untuk membayar uang pinjaman online tersebut. Karena pelaku diteror," kata Kompol Rico Fernanda.

Karenanya, dia mengimbau kepada masyarakat khususnya Kota Padang untuk berhati-hati terhadap pinjaman online yang ilegal ini.

"Karena akan memberatkan peminjamnya dengan bunga-bunga yang tidak masuk akal. Jadi kami harapkan agar masyarakat lebih cermat dan teliti," ujarnya.

Selain itu, kata dia, jangan tergiur oleh uang yang cepat cair karena mereka dapat membuka kontak yang ada di HP melalui akun google.

Artikel ini telah tayang di TribunPadang.com dengan judul Kronologi Oknum Asisten Rumah Tangga di Padang Curi Perhiasan Majikan, Polisi: Barang Bukti Digadai

[(TribunPadang.com/Rezi Azwar)

>Berita lainnya seputar Kota Padang.

](https://padang.tribunnews.com/2021/12/03/kronologi-oknum-asisten-rumah-tangga-di-padang-curi-perhiasan-majikan-polisi-barang-bukti-digadai?page=all)

Artikel Asli