Yuk, Kenalan dengan Laninka, Beauty Vlogger Disabilitas Asal Indonesia. Kisahnya Inspiratif Banget!

LINE TODAY Dipublikasikan 00.00, 04/07

Nama Laninka Siamiyono sempat viral berkat gagasannya membuat kampanye ‘Lipstick untuk Difabel’. Kampanye ini muncul untuk meningkatkan kepercayaan diri difabel, dan merasa cantik. Salah satunya lewat makeup dan lipstik. Siapa sangka kalau sebuah lipstik yang sederhana bisa memberikan efek yang sangat besar untuk meningkatkan kepercayaan diri seseorang.

Laninka sendiri mengidap autoimmune disease tipe Rheumatoid Arhtitis yang mengharuskannya untuk duduk di kursi roda. Keterbatasan ini tidak membuat Laninka patah semangat. Dia pun sering berbagi inspirasi kepada penyandang disabilitas untuk percaya diri, walaupun mengalami keterbatasan.

Yuk, kenalan dengan Laninka, beauty vlogger disabilitas asal Indonesia yang kisahnya inspiratif banget.

Hi, Laninka. Bisa diceritakan tentang kabarmu saat ini?

Laninka: Aku mengidap autoimmune disesase tipe Rheumatoid Arthritis (RA). Autoimmune ini kondisi di mana sistem kekebalan tubuh malah menyerang diri sendiri. Aku sudah mengidap RA sejak usia 13 tahun, tapi memang butuh waktu lama hingga akhirnya terdiahnosa. Sempat juga salah diagnosa beberapa kali, dan di usia 15 tahu baru ketahuan penyakit yang sebenarnya. RA sendiri merupakan peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh menyerang jaringannya sendiri, dan menimbulkan rasa nyeri, kaku, dan bengkak.

Kamu aktif membagikan tutorial makeup di YouTube. Bagaimana awalnya kamu tertarik dengan makeup?

Laninka: Awal mula kenal makeup karena ada teman yang menawarkan membeli makeup yang dia jual. Jadi, waktu itu aku beli eyeliner dan sejak saat itu aku langsung tertarik dengan makeup dan mempelajarinya.

Sama aja seperti perempuan pada umumnya, aku memang selalu tertarik dengan dunia kecantikan. Terlebih sejak membeli makeup, aku jadi sering nonton tutorial makeup di YouTube dan ada rasa ingin mencobanya, jadi enggak sebatas teori aja.

Bagaimana cara kamu belajar makeup? Siapa inspirasi terbesar kamu?

Laninka: Ini yang menarik, sih. Karena kondisi aku RA, bagian siku enggak bisa ditekuk dengan baik, jadi enggak bisa menyentuh wajah. Akhirnya, aku mencari cara dengan mengikat brush makeup, agar bisa sampai ke wajah. Soal inspirasi, datang dari mana aja, sih, terutama media sosial.

Share dong daily makeup andalan kamu.

Laninka: Untuk daily makeup andalan, aku suka cream blush dan lipstik.

Kamu menulis bahwa ‘makeup is my therapy’, menurut kamu seberapa besar efek makeup untuk diri kamu?

Laninka: Ketika didiagnosa RA, aku diberitahu akan kesulitan berjalan. Saat itu aku merasa hidupku selesai. Aku merasa enggak berhak lagi mengejar mimpi-mimpiku dan merasa bahwa hidup yang aku punya sekarang bukan kehidupan yang sebenarnya aku inginkan. Aku down banget waktu itu.

Seiring waktu, makeup menyadarkanku kalau hidupku yang sekarang dan dulu tetap sama. Ada bagian jiwaku yang tersembuhkan karena makeup, jadi buatku makeup adalah sebuah terapi dalam hidupku.

Makeup punya banyak pengaruh dalam hidupku. Salah satu yang paling terasa yaitu mood aku jadi jauh lebih baik. Selain itu, membuatku jadi lebih percaya diri juga. 

Kamu juga aktif berbagi tutorial makeup di YouTube, apa yang mendasari kamu untuk berbagi dengan orang lain?

Laninka: Enggak ada maksud untuk menggurui, sih, tapi tujuanku membuat tutorial itu untuk membuat perempuan enggak insecure atas dirinya sendiri. Bagaimanapun kondisinya, setiap perempuan berhak untuk merasa cantik.

Lihat postingan ini di Instagram

Foto termalu2 yg membuat ku cringe sendiri 🙃😅. . Rindu main makeup, banyak produk makeup yg ku beli tp gak ada satupun yg ku review, mager ini membunuhku 🙃 tp seriusan! Mau mulai produktif lagi wihiy, mungkin minggu ini kita main2 lagi, buka ringlight, buka soft box, buka aja semuanya buka💥🐋💨 . . haha anw, ada sudah yg wfh? Atau ada yg belum? Apapun itu jaga kesehatan ya, aku padamu!🙏🏼❤️ . . Lipstick : @blpbeauty "licorice"

Sebuah kiriman dibagikan oleh Laninka Siamiyono (@laninka) pada 18 Mar 2020 jam 8:25 PDT

Kamu juga menggagas Lipstik Untuk Difabel (LUD) dan sempat viral. Bisa diceritakan soal kampanye ini?

Laninka: LUD sebenarnya adalah kampanye yang bersift sosial. Dengan menyumbang lipstik baru kepada LUD, artinya kamu sudah mendukung perempuan disabilitas untuk tampil lebih percaya diri. Selain itu, kamu juga sudah mendukung dirimu sendiri untuk sama-sama mencintai diri sendiri.

Efek positifnya banyak sekali, ya. Selain merasakan dukungan dari sesama perempuan berkat kampanye ini, aku juga bisa menyosialisasikan dunia disabilitas kepada publik. Bukan hanya soal kesadaran tentang akses yang dibutuhkan teman-teman disabilitas, tetapi juga kesadaran kalau pada dasarnya setiap manusia sama saja. Terutama perempuan, yang enggak lepas dari makeup.

Lihat postingan ini di Instagram

Kangen pake bulu mata wk 🙃😖😫.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Laninka Siamiyono (@laninka) pada 19 Apr 2020 jam 4:05 PDT

Setuju banget, ya. Setiap perempuan itu cantik, apa pun kondisinya. Dan, makeup enggak hanya sekadar riasan, melainkan memberikan dampak lebih besar. Termasuk menunjang kepercayaan diri dan membuat kita lebih nyaman dengan diri sendiri.

Lewat pengalamannya, Laninka berbagi bahwa makeup bisa untuk siapa saja. Untuk kenal Laninka lebih lanjut, kamu bisa kunjungi media sosial LUD dan mengikuti keseruan di sana.

Lihat postingan ini di Instagram

27 januari 2019, event pertama kami dimulai di kota istimewa, Yogyakarta ❤️. • Ada yang mantau makeup class kemarin di ig kami? Ketinggalan? Tenang, kami akan bercerita tentang keseruan makeup class ini sekarang.. terdapat beberapa anak tangga untuk sampai ke venue tetapi relawan kita siap sedia untuk membantu teman2 berkursi roda! 😉❤️. Disini ada yg tau gimana caranya membantu teman2 berkursi roda?? Cerita yuk 😉. #lipstickuntukdifabel #ludsuperclass #ludequalitymovement #ludjogja #ludsisterhood . 📸 : @yogyaprast

Sebuah kiriman dibagikan oleh Lipstick Untuk Difabel (@lipstickuntukdifabel) pada 2 Feb 2019 jam 11:14 PST