Yati Surachman Merasa Pemain Senior Kurang Dihargai, Honornya Malah Diinjak-injak

Kompas.com Dipublikasikan 07.19, 11/07 • Baharudin Al Farisi
KOMPAS.com/Baharudin Al Farisi
Yati Surachman saat dijumpai di Gedung Trans, Mampang Prapatan, Jumat (12/6/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktris senior Yati Surachman berbicara tentang kondisi perfilman Indonesia saat ini.

Yati Surachman yang mewakili para pemain senior merasa kurang dihargai oleh sejumlah rumah produksi.

Baca juga: Pengakuan Yati Surachman Diremehkan karena Peran ART hingga Ingin Jual Rumah Rp 1 Miliar

"Ya, memang kita sangat sayangkan di Indonesia itu pemain-pemain yang sudah lama justru kurang dihargai. Justru honornya malah diinjak-injak, malah ada kesan mereka bilang 'masih untung dikasih kerjaan', gitu," ungkap Yati Surachman dalam tayangan YouTube TRANS7 OFFICIAL dikutip Kompas.com, Sabtu (11/7/2020).

Yati Surahman berujar, meski tidak diberikan honor yang tinggi, paling tidak para rumah produksi sedikit menghargai para pemain senior.

Baca juga: [POPULER HYPE] Pengakuan Raul Lemos soal Aurel dan Azriel | Yati Surachman Jual Rumah Rp 1 Miliar

Pemeran film Satu Suro itu mencontohkan jika rumah produksi menggunakan pemain baru dibandingkan artis senior.

"Kalau kita pakai pemain baru untuk satu scene itu pasti produksi berhari-hari. Tapi, kalau kita yang sudah legend, mungkin cuma sekian jam. Jadi secara biaya produksi juga akan mengecilkan," ujar Yati Surachman.

Baca juga: Yati Surachman Bilang Sinetron Sekarang Cuma Penuhi Target, Bukan Kualitas

Perempuan kelahiran Yogyakarta, 8 Agustus 1957 itu pertama kali bermain film pada 1975 dengan judul film Inem Pelayan Seksi.

Namanya melambung sejak film Perawan Desa. Aktingnya di film garapan Franky Rorimpandey diakui dengan penghargaan Best Actress (Aktris Terbaik) di Festival Film Asia Pasific pada 1980.

Dalam film yang diangkat dari kisah nyata itu, Yati berperan sebagai Sum Kuning.

Baca juga: Alasan Yati Surachman Jual Rumahnya Seharga Rp 1 Miliar

Dikisahkan, Sum Kuning adalah seorang perempuan penjual telur. Dia menjadi korban perkosaan sejumlah anak muda dari keluarga pejabat.

Sepanjang kariernya, Yati Surachman telah membintangi puluhan judul film.

Mulai tahun 2000-an, Yati Surachman aktif di sinetron. Dia tercatat pernah membintangi sinetron-sinetron terkenal seperti Pernikahan Dini, Dukun Palsu, dan Nyoman dan Presiden.

Baca juga: [POPULER HYPE] Yati Surachman Terpaksa Berutang | Ruben Onsu Rumahkan 2.500 Karyawan

Pada 1995, berkat Dukun Palsu, Yati Surachman masuk nominasi pemeran utama wanita terbaik pada Piala Vidia, ajang penghargaan untuk sinetron Indonesia.

Penulis: Baharudin Al FarisiEditor: Tri Susanto Setiawan

Artikel Asli