Yasonna Laoly diminta jadi menteri di bidang hukum lagi

Kontan.co.id Dipublikasikan 11.03, 22/10/2019 • Abdul Basith

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) kabinet periode 2014-2019 Yasonna Hamonangan Laoly kembali diminta membantu Presiden Joko Widodo di sektor hukum. 

Setelah bertatap muka dengan Jokowi di Istana Kepresidenan, ia mengatakan, salah satu yang menjadi fokusnya ke depan adalah berkaitan dengan rencana deregulasi.

*Baca Juga: Usai dipanggil Jokowi di Istana, Basuki Hadimuljono sebut butuh wamen *

Menurutnya, Jokowi memintanya untuk fokus mengkoordinir kementerian dan lembaga terkait untuk duaomnibus law seperti yang disampaikan Jokowi sebelumnya. 

"Deregulasi juga untuk mempercepat investasi, untuk memudahkan perizinan, termasuk soal Perda, agar bisa mendorong pertumbuhan," ujar Yasonna di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (22/10).

Menurutnya, bila menemukan ada aturan yang menghambat maka akan dicari solusi terbaik. Apakah akan nantinya Perda tersebut akan dibatalkan dengan peraturan presiden agar tidak mengganggu arah pembangunan nasional. 

Masalah hukum pun dinilai masih perlu penegakan sesuai dengan visi Jokowi pada pidato pelantikan. Terutama yang berkaitan dengan masalah narkoba. 

*Baca Juga: Johnny Plate datang ke Istana jadi calon menteri ketiga Nasdem *

Yasonna bilang lebih dari 50% penghuni lembaga permasyarakatan (Lapas) diisi oleh kejahatan narkoba. Maka perlu ada revisi terkait Undang Undang (UU) narkotika.

Berkaitan dengan UU, Yasonna masih belum banyak menjawab terkait UU KPK yang masih menjadi pertentangan. Hal  akan dibahas nanti setelah ia dilantik menjadi menteri. "Itu (UU KPK) nanti kita bicarakan lagi, (tadi) kita konsentrasi ke tugas," terang Yasonna.

Sebelumnya Yasonna mengundurkan diri sebagai Menteri Hukum dan HAM. Ia mengundurkan diri karena terpilih sebagai anggota DPR dari PDI Perjuangan.

Setelah diminta kembali membantu oleh Jokowi, Yasonna bilang akan mundur sebagai anggota DPR sebagai konsekuensi.

*Baca Juga: Sri Mulyani jadi Menkeu lagi, CORE sarankan ekspansi fiskal lebih besar *

Artikel Asli