Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Studi di Inggris: Dua Pertiga Orang yang Terpapar Omicron Pernah Positif Covid-19 Sebelumnya

Warga London mengantre untuk memasuki department store Selfridges menjelang penjualan Boxing Day di pusat kota London pada 26 Desember 2021.

TRIBUNNEWS.COM - Varian Omicron Covid-19 telah menggantikan varian Delta yang sebelumnya dominan di Inggris.

Dalam studi terbaru, sebagain besar kasus Omicron yang ada merupakan kasus infeksi ulang.

Dilansir CNBC, studi REACT Imperial College London – yang diperbarui setiap bulan sejak Mei 2020 – menganalisis 100.607 hasil tes PCR dari seluruh Inggris.

[Swab dikumpulkan antara 5 Januari hingga 20 Januari 2022.

Studi ini menemukan bahwa 99% dari swab positif merupakan varian omicron, sedangkan hanya 1% infeksi yang disebabkan oleh varian delta.

"Kami mengamati tingkat infeksi SARS-CoV-2 yang belum pernah terjadi sebelumnya di Inggris pada Januari 2022 dan penggantian delta oleh omicron yang hampir secara keseluruhan," kata penulis penelitian dalam makalah mereka yang dirilis Rabu (26/1/2022).

xxx ](https://www.cnbc.com/2022/01/26/more-than-two-thirds-of-omicron-cases-are-reinfections-study-suggests.html)

Seorang pekerja layanan kesehatan membuat dosis vaksin Covid-19 di pusat vaksinasi drive-through NHS (National Health Service) di luar Ewood Park, Klub Sepak Bola Blackburn Rovers di Blackburn di barat laut Inggris pada 17 Januari 2022. (Paul ELLIS / AFP)

[Kemampuan infeksi ulang

Dua pertiga dari 3.582 peserta yang dites positif pada Januari melaporkan bahwa mereka sudah pernah dniyatakan positif Covid-19 sebelumnya.

Sementara itu, 7,5% dari peserta yang terinfeksi mengatakan mereka sempat curiga terpapar virus, tetapi tidak dikonfirmasi dengan tes.

Ketika varian Covid-19 sebelumnya beredar di populasi, diperkirakan bahwa infeksi Covid sebelumnya dapat memberikan antibodi.

Namun ada kekhawatiran hal ini tidak berlaku pada Omicron.

Pejabat kesehatan Inggris memperkirakan pada bulan Desember bahwa risiko infeksi ulang dengan Omicron adalah 5,4 kali lebih besar daripada varian Delta.

Para peneliti mencatat pada hari Rabu bahwa penularan omicron sekarang telah menyebabkan prevalensi Covid-19 tertinggi yang pernah diamati dalam studi REACT.

"Vaksinasi (termasuk kampanye booster) tetap menjadi andalan pertahanan melawan Covid-19 mengingat tingkat perlindungan yang tinggi terhadap rawat inap," kata tim peneliti.

"Namun, tindakan lebih lanjut di luar vaksinasi mungkin diperlukan jika tingkat infeksi omicron yang sangat tinggi tetap ada, meskipun omicron tampaknya secara intrinsik lebih kecil kemungkinannya untuk menyebabkan penyakit parah."

Omicron adalah varian Covid-19 yang sangat menular yang telah diidentifikasi oleh otoritas kesehatan di setidaknya 171 negara.

Varian ini pula lah yang telah menyebabkan rekor jumlah kasus Covid-19 di banyak negara.

Pada hari Senin (24/1/2022), Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan kepada dewan eksekutif organisasi bahwa sejak varian Omicron diidentifikasi 2 bulan lalu lalu, lebih dari 80 juta kasus Covid-19 telah dilaporkan ke WHO.

Jumlah itu lebih banyak dari yang dilaporkan sepanjang tahun 2020.

Pekan lalu, rata-rata 100 kasus dilaporkan setiap tiga detik, kata Tedros, dan seseorang meninggal karena virus setiap 12 detik.

Studi REACT terbaru menemukan bahwa meskipun infeksi virus corona menurun di Inggris pada awal Januari, infeksi kemudian "meningkat pada tingkat tinggi," dengan rasio 1 dari 23 orang terinfeksi.

Dari tes yang diambil dalam putaran terakhir penelitian, 4,4% positif, menandai adanya peningkatan tiga kali lipat dari Desember.

Pada hari Selasa, Inggris untuk sementara mencatat 94.326 kasus Covid-19 baru dan 439 kematian dalam waktu 28 hari setelah hasil tes positif.

Pada akhir Desember, infeksi Covid di negara itu mencapai 246.415 hasil tes positif dalam satu hari.

Namun, Inggris justru berencana membatalkan sebagian besar aturan Covid-19 pada hari Kamis, di mana pemakaian masker tidak lagi diwajibkan dan masyarakat tidak lagi disarankan untuk bekerja dari rumah.

Hampir 85% dari populasi negara yang memenuhi syarat - mereka yang berusia di atas 12 tahun - telah divaksinasi penuh terhadap Covid-19, sementara 64% telah menerima suntikan booster.

BA.2 'varian dalam penyelidikan'

Studi Imperial College juga menemukan bahwa 0,4% dari tes positif disebabkan oleh sub-varian omicron BA.2.

Infeksi Omicron saat ini terdiri dari empat sub-varian, menurut WHO.

Garis keturunan BA.1 adalah yang paling dominan.

Tren di India, Afrika Selatan dan Denmark menunjukkan bahwa BA.2 menjadi lebih umum.

Pekan lalu, Badan Keamanan Kesehatan Inggris menetapkan BA.2 sebagai "varian yang sedang diselidiki," lapor Sky News, meskipun masih ada beberapa kasus sub-varian.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

](https://www.cnbc.com/2022/01/26/more-than-two-thirds-of-omicron-cases-are-reinfections-study-suggests.html)

Artikel Asli