Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Mengapa Mahal, Apa yang Mempengaruhi Tarif Endorse Influencer?

Kompas.com Dipublikasikan 14.01, 20/10 • Rosy Dewi Arianti Saptoyo
screenshoot
Tarif endorse influencer artis termahal di dunia saat ini(screenshoot)

KOMPAS.com - Media sosial kini menjadi ladang subur bagi bisnis periklanan atau endorsement. Seiring dengan berkembangnya bisnis tersebut, muncul pula influencer.

Di era kampanye digital, jasa influencer dijalankan secara profesional.

Mereka yang populer dan memiliki banyak followres di media sosial, bisa memanfaatkan ketenarannya untuk menghasilkan cuan.

Tidak ada standard

Pengamat media sosial Enda Nasution mengatakan, sejauh ini belum ada standardisasi mengenai batasan tarif yang influencer.

Menurutnya, influencer bisa menentukan rate card atau perincian biaya endorsement sesuka hatinya, selama pengiklan bersedia membayar.

"Saat ini sih enggak ada standarisasinya, jadi selama yang mau bayar masih ada, influencer bebas menentukan rate cardnya," ungkap Enda saat dihubungi Kompas.com, Rabu (20/10/2021).

Belakangan, warganet dihebohkan dengan rate card influencer Rachel Vennya yang beredar di Twitter.

Melalui tangkapan gambar yang beredar tersebut, tarif untuk satu kali unggahan foto Instagram bisa mencapai puluhan juta per foto. Sementara tarif paling mahal yakni Youtuber dengan tarif ratusan juta.

Mengapa rate card atau tarif endorsment influencer bisa mahal?

Tidak sekadar jumlah followers

Enda mengungkapkan bahwa tarif endorsment influencer tidak sekadar dipengaruhi oleh jumlah followers yang ia miliki di media sosial.

"Iya, jumlah follower, engagement rate (ER) biasanya standar, apalagi kalau follower sudah jutaan biasanya ER kecil," tukasnya.

Engagement rate

Engagement rate adalah nilai persentase antara jumlah pengikut yang aktif berinteraksi di media sosial.

Ini merupakan tolak ukur keberhasilan iklan di media sosial, karena bisa menyeleksi jumlah pengikut palsu atua fake account.

Setiap influencer memiliki kalangan konsumen tersendiri dan berperan dalam memengaruhi opini mereka. Inilah yang juga menjadi pertimbangan pengiklan sampai bersedia membayar mahal influencer.

"Demografi followernya siapa, anak-anak muda, dan juga background atau kecenderungan si influencernya suka posting apa, misalnya hidup sehat, atau travel, kuliner atau peduli lingkungan, atau bisnis, itu semua mempengaruhi pertimbangan pemilihan influencer," jelas Enda.

Di bidang komersial, ujung pembentukan opini tersebut bisa mengajak followersnya untuk membeli produk tertentu. Pembantukan opini ini juga bisa dalam bentuk pilihan politik atau kecenderungan tertentu.

Agensi komunikasi atau periklanan biasanya sudah memiliki daftar atau database influencer beserta rate card mereka. Pengiklan pun tinggal memilih mana influencer yang sesuai bajet dan produk yang ingin mereka iklankan.

"Biasanya sudah ada (daftar influencer), atau ya cari sendiri juga sesuai kebutuhan," imbuh dia. 

Faktor yang mempengaruhi tarif influencer

Merangkum Publictast, berikut beberapa faktor yang mempengaruhi tarif endorsement atau rate card para influencer.

1. Jenis influencer

Jumlah pengikut influencer memengaruhi biaya posting mereka. Influencer dengan banyak followers umumnya memang mahal. Kendati demikian, influencer media sosial skala nano dan mikro memiliki kekuatan berbeda.

Meski jumlah followers tidak terlalu banyak, influencer dengan keterlibatan audiens tertentu atau homogen, bisa membuat konten lebih menarik. Hal ini membuat mereka memiliki hubungan yang lebih erat dengan pengikut mereka, begitu juga produk yang mereka iklankan.

2. Tingkat keterlibatan

Jika pembuat konten memiliki tingkat keterlibatan yang besar, itu berarti mereka memiliki jangkauan postingan yang lebih tinggi. Itu sebabnya satu influencer mungkin mengenakan biaya lebih tinggi daripada yang lain dengan jumlah pengikut yang sama.

3. Pilihan media sosial

Beriklan dengan pembuat konten memiliki tarif berbeda di seitap platform media sosial. Yang paling mahal adalah YouTube, lalu Instagram, Facebook, Twitter, dan lain-lain. Namun menurut penelitian, Instagram adalah saluran media sosial paling populer di antara merek dan pembuat konten.

4. Jenis Produk

Harga produk yang diiklankan juga dapat memengaruhi biaya pemasaran influencer. Apabila produk yang diiklankan mahal seperti mobil atau aksesori mewah, maka tarifnya akan lebih mahal dibanding, katakanlah, kosmetik atau pakaian kasual.

5. Permintaan lain

Apabila pengiklan meminta influencer melakukan aktivitas tertentu, misalnya berpergian, memuat lebih dari satu unggahan, edit video, atau mengiklan di seluruh platform media sosialnya, maka tarifnya bisa lebih mahal.

6. Cara kolaborasi

Tampaknya menghubungi dan mencari influencer tanpa agensi atau jasa pengiklan lebih murah. Akan tetapi, berikut beberapa hal yang dibahas ketika membicarakan tarif dengan influencer:

  • Waktu yang dihabiskan untuk mencari dan bernegosiasi, dan membuat sampel
  • Tidak memiliki jaminan, karena setelah membayar hanya bisa menunggu dengan mengandalkan kesopanan dan tanggung jawab influencer
  • Melakukan analitik secara manual.

Sementara, jika menggunakan platform pemasaran influencer, akan ada pilihan ribuan influencer dengan jaminan dan variasi harga yang sesuai kebutuhan. 

Tarif endorsement Instagram

GetCraft, sebuah kurasi marketplace yang membantu merek untuk terhubung ke jaringan pembuat konten seperti influencer media sosial.

GetCraft mengambil 714 data sampling dan menghitung harga rata-rata dari tiap format unggahan foto, video, dan Instagram stories.

Untuk unggahan foto influencer di Instagram berikut kategori, rata-rata views, dan tarifnya:

  • Kategori Micro I dengan views sekitar 1.659 tarif rata-rata Rp 1.321.454
  • Kategori Micro II dengan views sekitar 3.651 tarifnya Rp 1.850.630
  • Kategori Micro III dengan views sekitar 7.277 tarifnya Rp 2.557.654
  • Kategori Macro I dengan views sekitar 15.587 tarifnya Rp 4.522.451
  • Kategori Macro II dengan views sekitar 35.933 tarifnya Rp 7.220.000
  • Premium I dengan views sekitar 62.029 tarifnya Rp 9.500.000
  • Premium II dengan views sekitar 87.986 tarifnya Rp 9.900.000
  • Celebrity dengan views sekitar 345.020 tarifnya Rp 16.702.703.

Untuk unggahan video influencer di Instagram berikut kategori, rata-rata views, dan tarifnya:

  • Kategori Micro I dengan views sekitar 1.596 tarifnya Rp 2.760.526
  • Kategori Micro II dengan views sekitar 3.650 tarifnya Rp 4.188.690
  • Kategori Micro III dengan views sekitar 7.461 tarifnya Rp 547.059
  • Kategori Macro I dengan views sekitar 15.804 tarifnya Rp 7.749.419
  • Kategori Macro II dengan views sekitar 35.722 tarifnya Rp 12.331.132
  • Premium I dengan views sekitar 61.023 tarifnya Rp 13.107.143
  • Premium II dengan views sekitar 86.742 tarifnya Rp 18.970.588
  • Celebrity dengan views sekitar 357.758 tarifnya Rp 27.718.750

Untuk unggahan Instagram stories influencer berikut kategori, rata-rata views, dan tarifnya:

  • Kategori Micro I dengan views sekitar 1.660 tarifnya Rp 983.333
  • Kategori Micro II dengan views sekitar 3.631 tarifnya Rp 1.270.291
  • Kategori Micro III dengan views sekitar 7.514 tarifnya Rp 1.570.604
  • Kategori Macro I dengan views sekitar 15.968 tarifnya Rp 2.253.008
  • Kategori Macro II dengan views sekitar 36.245 tarifnya Rp 4.089.583
  • Premium I dengan views sekitar 61.029 tarifnya Rp 4.608.108
  • Premium II dengan views sekitar 87.067 tarifnya Rp 4.714.286
  • Celebrity dengan views sekitar 347.807 tarifnya Rp 8.028.571.

Penulis : Rosy Dewi Arianti Saptoyo Editor : Rizal Setyo Nugroho

Artikel Asli