Xiaomi Patenkan Desain Ponsel dengan Layar yang Bisa Dilepas

Kompas.com Dipublikasikan 02.10, 10/08 • Oik Yusuf
YUDHA PRATOMO/KOMPAS.com
Logo Xiaomi terpajang di kantor pusat Xiaomi Indonesia yang terletak di kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakarta.

KOMPAS.com - Para pabrikan smartphone terus bereksperimen dengan desain ponsel, termasuk juga Xiaomi. Vendor asal China tersebut belakangan diketahui mematenkan rancangan perangkat dengan layar yang bisa dicopot.

Keberadaan konsep perangkat tersebut diungkap oleh situs teknologi Belanda, Lets Go Digital. Situs tersebut mengatakan bahwa Xiaomi mengajukan patennya di China pada Maret lalu, kemudian permohonannya dikabulkan otoritas setempat pada pekan ini.

Ilustrasi di dalam dokumen paten menggambarkan sebuah ponsel dengan dua komponen terpisah, yakni bagian bodi alias tubuh utama dan bagian layar yang dapat dilepas.

Bagian bodi tebalnya kira-kira dua kali komponen layar, memiliki tiga kamera belakang berikut dua kamera depan dengan flash, serta tersambung ke display dengan sepasang konektor khusus di sisi bawah.

Baca juga: Xiaomi Konfirmasi Mi 10 Ultra, Meluncur 11 Agustus

Konektor USB C, speaker, serta tombol-tombol daya dan pengatur volume juga termuat di bagian bodi utama smartphone.

Perangkat ini berfungsi layaknya smartphone biasa saat bagian layar dan bodi digabungkan. Uniknya, bagian layar bisa dicopot dan tetap berfungsi secara independen. Berarti paling tidak ada komponen baterai di dalam layar.

Baterai layar diisi lewat konektor khusus dengan bagian bodi tadi. Dua kamera selfie di bodi ditenggarai merupakan tipe "under display" sehingga tetap bisa digunakan walaupun tertutup layar.

Lalu, buat apa repot-repot membuat ponsel dengan layar yang bisa dicopot? Paten Xiaomi tidak menjelaskan seperti apa skenario penggunaan perangkat ini.

Baca juga: Xiaomi Patenkan Ponsel yang Bisa Menyimpan Earphone TWS

Lets Go Digital, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Senin (10/8/2020) berspekulasi bahwa layar bisa digunakan sebagai semacam viewfinder terpisah untuk kamera ponsel, bisa juga untuk main game.

Tentu saja, karena masih berupa paten, Xiaomi belum tentu akan benar-benar membuat perangkat ini. Apalagi, konstruksinya mungkin akan terlalu rumit untuk dapat digunakan dengan praktis.

Penulis: Oik YusufEditor: Yudha Pratomo

Artikel Asli