Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Cara Kasar Penagihan Pinjol Ilegal Disebut Penyebab Nasabah Bunuh Diri

Medcom.id Dipublikasikan 15.10, 22/10 • https://www.medcom.id
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona Hukmana

Jakarta: Pinjaman online (Pinjol) ilegal disinyalir sebagai penyebab peminjam atau nasabah mengalami gangguan jiwa bahkan kematian. Pasalnya, penagihan perusahaan pinjol ilegal itu kurang mengedepankan sopan santun.

"Pinjaman online ilegal ini berakibat sangat terasa oleh masyarakat, bahkan berujung stres dan kematian, pun sudah ada yang melakukan bunuh diri di beberapa tempat," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat, 22 Oktober 2021.

Yusri menjelaskan masyarakat yang menjadi korban pinjol ilegal mengalami gangguan kejiwaan setelah mengetahui total pinjaman yang harus dibayar berkali-kali lipat atau sangat besar dari dana pinjamannya.

"Seperti kemarin ada pinjaman Rp2,5 juta, tagihannya sampai Rp104 juta. Bisa pinjaman Rp1 juta menjadi Rp50 juta. Itu belum selesai, bahkan dilakukan ancaman. Dan ini masih terus kita dalami," kata Yusri.

Cara kotor ini terungkap dari lima perusahaan pinjol ilegal yang dibongkar Ditreskrimsus Polda Metro Jaya di lima lokasi berbeda, yakni kawasan Jakarta dan Tangerang. Dalam pengungkapan itu, polisi menetapkan 13 tersangka dan sudah ditahan.

Baca: Ingat, Begini Cara Bedakan Pinjol Legal dan Ilegal

Ke-13 tersangka itu merupakan penagih pinjaman hingga pemimpin perusahaan. Kelima perusahaan pinjol yang digerebek itu menjalankan 105 aplikasi pinjol ilegal. Modus penagihan yang dilakukan satu di antara yang lainnya hampir sama terhadap peminjam.

"Mereka caranya melalui SMS, atau melalui media sosial dari pada korban-korban dengan ancaman. Bahkan ada yang foto dari pada konsumen diedit kemudian dijadikan satu gambar asusila. Tujuan untuk menekan bagi peminjam itu," kata Yusri.

Yusri mengimbau kepada masyarakat yang menjadi korban pinjol ilegal untuk segera melapor ke Polda Metro Jaya. Pelaporan penting untuk penyelidikan.

"Sampai saat ini kami mengharapkan laporan masyarakat kepada kami dan kami akan menindak lanjuti laporan tersebut. Kami akan sikat tuntas sampai ke akar-akarnya kejahatan pinjama online ilegal ini," kata Yusri.

Artikel Asli