Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Gawat! Kasus Omicron di RI Nyaris Tembus 2.000, Pelaku Perjalanan Luar Negeri Mendominasi

Gawat! Kasus Omicron di RI Nyaris Tembus 2.000, Pelaku Perjalanan Luar Negeri Mendominasi

JAKARTA – Lonjakan kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia semakin meningkat drastis. Kasus Omicron di Indonesia masih didominasi oleh pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

Mengutip data Kemenkes RI, Kamis (27/1/2022), penambahan Omicron di Indonesia tercatat 1.998 kasus.

Diketahui, penambahan terakhir pada 25 Januari 2022 sebanyak 225 kasus. Hal ini menjadikan penambahan kasus tertinggi ketiga sepanjang bulan ini.

Kasus omicron PPLN tercatat sebanyak 1.160 kasus, sedangkan transmisi lokal sebanyak 606 kasus. Sementara sisanya tidak diketahui.

Kedatangan dari Arab Saudi menjadi penyumbang kasus PPLN, yakni sebesar 151 kasus. Selanjutnya diikuti dari Turki dengan 134 kasus, Amerika Serikat 105 kasus, Malaysia 84 kasus, dan terakhir UEA 70 kasus.

Sedangkan untuk transmisi lokal, kasus Omicron tersebar di delapan provinsi. Yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, dan Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta, Dwi Oktavia mengatakan kasus Covid-19 varian Omicron nyaris tembus 2 ribu kasus dengan mayoritas kasus dari para Pelaku perjalanan luar negeri (PPLN).

"Masyarakat juga mewaspadai penularan Varian Omicron yang kini juga meningkat di Jakarta. Dari 1.922 orang yang terinfeksi, sebanyak 1.309 orang adalah pelaku perjalanan luar negeri, sedangkan 613 lainnya adalah transmisi lokal," ucap Dwi dalam keterangannya, Rabu, 26 Januari 2022.

Sementara itu, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, jumlah kasus aktif di Jakarta hari ini naik sejumlah 1.886 kasus, sehingga jumlah kasus aktif kini sebanyak 14.082 (orang yang masih dirawat atau isolasi).

Artikel Asli