Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

BWF Minta Maaf Kepada Indonesia

Media Indonesia Dipublikasikan 13.40, 18/03 • http://mediaindonesia.com/
Ilustrasi

BADMINTON World Federation (BWF) akhirnya memberikan pernyataan resmi dan konfirmasi bahwa turnamen akan tetap berlangsung tanpa keikutsertaan kontingen Indonesia serta atlet Turki Neslihan Yigit yang juga satu pesawat dengan tim Indonesia.

“BWF dan Badminton England tidak dapat menjalankan protokol dan prosedur operasional di luar dari yang telah ditentukan oleh perintah pemerintah daerah otoritas kesehatan. Sangat menyesal bahwa Tim Indonesia dan Yigit tidak dapat berkompetisi saat ini ataupun dalam babak selanjutnya. Kami dapat mengkonfirmasi bahwa Hari Kedua kejuaraan kali ini tetap berlanjut dengan dimulai pada jam 9am waktu setempat.,” demikian pernyataan BWF dalam situs resminya, Kamis malam (18/3).

Dengan pernyataan tersebut BWF memutuskan untuk terus melanjutkan turnamen tanpa menunggu masa isolasi mandiri dari para pemain Indonesia dan Turki selesai.

Dalam penjelasannya BWF akhirnya juga mengkonfirmasi bahwa pemain Turki Neslihan Yigit dinyatakan mundur dari turnamen tertua bulutangkis tersebut.

Yigit dikonfirmasi berada dalam penerbangan yang sama dengan kontingen Indonesia dari Turki menuju UK.

Badan Pemerintah UK bernama National Health Service (NHS) Test and Trace menyampaikan pemberitahuan tentang isolasi mandiri yang diperlukan kepada Yigit pada saat yang sama dengan Tim Indonesia. Meski begitu konfirmasi penerimaan pemberitahuan tersebut tidak diteruskan ke BWF dan Badminton England hingga Kamis pagi waktu setempat.

Dalam pernyataannya BWF juga mengklarifikasi bahwa keputusan untuk memerintahkan pelaksanaan isolasi mandiri bagi tim Indonesia dan Yigit selama 10 hari dibuat secara independen oleh NHS Test and Trace.

Baca juga:

Dalam pernyataannya BWF dan Badminton England secara tidak langsung mengakui bahwa ketentuan dan aturan yang mereka berikan kepada para peserta turnamen tidak menyesuaikan dengan ketentuan dan perundangan dari negara tuan rumah turnamen.

“Keputusan ini sesuai dengan syarat dan protokol covid-19 dari pemerintah UK yang berlaku di perundang-undangan nasional, dan terpisah dari pedoman yang ditetapkan BWF dan prosedur standar operasional Badminton England untuk YONEX All England Open 2021,” bunyi pernyataan BWF.

Dengan alasan tersebut BWF dan Badminton England menyatakan pihaknya tidak memiliki pilihan lain kecuali harus mengikuti perintah NHS dan menarik para pemain tersebut dari turnamen. Pihak BWF dan Badminton England menyayangkan kejadian ini dan tidak mengharapkan adanya peristiwa yang menimpa tim Indonesia dan Yigit.

Dalam pembenarannya pihak BWF dan Badminton England mengaku telah berusaha keras mengupayakan berbagai cara agar para atlet dapat berpartisipasi dalam turnamen. Namun pemerintah UK telah berketetapan, mengutamakan dan mementingkan untuk menjaga rakyat Inggris terhadap wabah covid-19 dan keputusan ini sudah akhir dan tidak dapat diganggu-gugat.

Lebih lanjut BWF dan Badminton England melakukan kontak dengan para pemain yang terkena dampak keputusan ini dan dan berkomitmen untuk mendukung semua pemain dalam masa isolasi mandiri mereka.

“Kami juga merasakan frustrasi yang dirasakan oleh para pemain, juga pendukung Tim Indonesia di seluruh dunia. Kami sangat bersimpati atas apa yang terjadi dan memohon maaf atas ketidaknyamanan terhadap Tim Indonesia serta rombongannya, dan juga Yigit pemain dari Turki,”

BWF dan Badminton England meyakinkan bahwa akan melakukan upaya terbaik dalam kemampuannya untuk menyediakan lingkungan yang aman bagi seluruh peserta Turnamen. (BWF/OL-4)

Artikel Asli