Update browser Anda

Browser yang digunakan merupakan versi lama dan sudah tidak didukung lagi. Kami menyarankan Anda mengupdate browser Anda untuk pengalaman yang lebih baik.

Impor Beras di Tengah Panen Raya, Menyakitkan Hati Petani

Okezone.com Dipublikasikan 06.48, 06/03 • Ferdi Rantung
Impor Beras di Tengah Panen Raya, Menyakitkan Hati Petani
Pemerintah memastikan ketersediaan pangan saat puasa dan Lebaran terjaga dengan melakukan impor beras 1 juta ton.

JAKARTA - Pemerintah memastikan ketersediaan pangan saat puasa dan Lebaran terjaga dengan melakukan impor beras 1 juta ton. Hal ini dilakukan agar tidak terjadinya lonjakan harga.

Pemerintah bahkan telah mengalokasikan impor beras sebesar 1 juta ton kepada Bulog. Alokasi tersebut terbagi jadi 2. Masing-masing 500 ribu ton untuk Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan 500 ribu ton digunakan sesuai kebutuhan Bulog.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Asosiasi Bank Benih dan Teknologi Tani Indonesia (AB2TI) Dwi Andreas Santosa meminta agar pemerintah mempertibangkan ulang wacana impor beras. Sebab hal itu akan menyakitkan hati petani.

"Kami ingin pemerintah mempertimbangkan ulang wacana impor beras. Hal itu menyakitkan hati petani karena bisa menekan harga beras" katanya kepada MNC Portal Indonesia, Sabtu (6/3/2021)

Dia mengatakan, kebijakan ini sangat anomali dengan keadaan yang ada di Tanah Air. Menurut data BPS, pada triwulan I 2021 stok beras akan meningkat tajam, sehingga tidak ada alasan bagi pemerintah untuk mengimpor beras.

"Jadi alasannya apa ketika mau panen raya justru pemerintah mau impor beras, itu menyakitkan petani karena harga di petani terus mengalami penurunan. Apalagi Maret-April panen raya maka harga akan semakin jatuh," katanya.

Guru Besar Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB) ini juga memaparkan, Gabah Kering Giling pada Januari April 2021 nanti akan ada sebesar 25,37 juta ton. Angka itu meningkat 26,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk itu, dia meminta agar pemerintah mempertimbangkan kembali wacana impor, karena stok beras saat ini masing sangat aman.

"Terjadi lonjakan 5,73 juta ton dibanding tahun lalu, ini kan sangat menyakitkan jika cadangan beras sangat memadai tiba - tiba ada wacana impor beras. saya pastikan produksi tahun lebih tinggi dibandingkan tahun 2020," katanya.

Artikel Asli