WeWork Pecat 2.400 Karyawan Karena Merugi

CNN Indonesia Dipublikasikan 01.49, 22/11/2019 • CNN Indonesia

WeWork, Perusahaan Amerika Serikat (AS) yang menawarkan ruang kerja bersama (co-working space) untuk perusahaan rintisan (startup) menyatakanakan memecat 2.400 karyawan mereka di seluruh dunia. Jumlah karyawan yang dipecat tersebut mencapai sekitar seperlima dari tenaga kerja mereka.

Dalam pengumuman yang disampaikan Kamis (21/11) kemarin, mereka menyatakan pemecatan dilakukan untuk mencegah peningkatan kerugian.

"PHK ini diperlukan untuk menciptakan organisasi yang lebih efisien," kata juru bicara WeWork dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari AFP, Jumat (22/11).

Dalam pernyataan tersebut manajemen juga menyatakan pekerja yang diberhentikan  nantinya akan menerima pesangon, tunjangan lanjutan, dan bentuk bantuan lain. Pesangon tersebut mereka harapkan bisa membantu pekerja dalam menjalani transisi karir.

WeWork didirikan pada 2010. Mereka bermarkas di New York, AS.

Pada akhir Oktober, Softbank mengambil kepemilikan mayoritas WeWork sebagai bagian dari kesepakatan untuk menyuntik modal US$5 miliar ke perusahaan. Kebijakan tersebut diambil setelah WeWork urung melantai di bursa saham.

Kerugian WeWork berkontribusi pada SoftBank. Padahal, awal bulan ini mereka mengumumkan rugi US$ 6,4 miliar. Angka tersebut merupakan kerugian terparah kuartalan yang dialami SoftBank.

Kepala Eksekutif SoftBank Masayoshi Son menyatakan menyesal dengan kondisi tersebut. Menurutnya ia telah salah soal investasi di WeWork.

"Keputusan investasi saya dalam banyak hal buruk. Saya sangat menyesalinya," katanya.

 

Artikel Asli