Waspadai! 5 Penyebab Utama Kematian Ibu saat Melahirkan

Popmama.com Dipublikasikan 10.30, 23/01/2020 • Ninda Anisya
americanpregnancy.org

Setiap proses persalinan, semua keluarga tentu berharap yang terbaik untuk sang Mama dan bayi agar dapat lahir dengan selamat dan sehat. Namun tak selamanya harapan terkabul, ada beberapa kondisi yang menyebabkan Mama atau bayi meninggal saat proses persalinan.

Hal ini tentu membuat banyak perempuan yang sudah memasuki waktu hamil tua dan pertama kalinya akan merasakan cemas dan takut saat waktu melahirkan tiba. Rasa takut dan khawatir itu bisa dimaklumi karena kasus kematian Mama dan bayi saat melahirkan memang ada.

Berdasarkan data dari WHO, terdapat setidaknya 303 ribu wanita di seluruh dunia meninggal menjeang ataupun selama proses persalinan berlangsung. Di Indonesia sendiri terdapat 126 kasus kematian ibu tiap 100 ribu persalinan sepanjang 2011 sampai 2015.

Sebenarnya apa penyebab kematian saat melahirkan ya, Ma? Untuk mengetahuinya yuk ketahui informasi yang sudah Popmama.com rangkum dari berbagai sumber.

1. Adanya infeksi

birthbecomesher.com

Aborsi bisa dbilang salah satu penyebab utama kematian ibu hamil. Ibu hamil bisa saja mendapatkan infeksi dari aborsi yang tidak aman, saat melahirkan yang tidak sehat, atau persalinan yang sangat lama.

Hal ini karena kurangnya pemahaman dan informasi tentang kebersihan pribadi dan cara merawat tubuh Mama setelah melahirkan yang dapat membuat Mama melahirkan berisiko terkena infeksi yang mengancam nyawa.

2. Perdarahan berat

Freepik/Alexander-safonov

Berdasarkan data yang dirilis WHO, perdarahan saat persalinan merupakan salah satu penyebab kematian Mama yang paling umum terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah.

Perdarahan berat yang terjadi setelah melahirkan bisa disebabkan karena berbagai macam hal. Mulai dari vagina atau leher rahim yang robek, terjadinya rupture atau robekan uteri, rahim tidak berkontraksi setelah melahirkan atau atonia uteri, hingga adanya masalah plasenta selama kehamilan seperti abrupsio plasenta.

3. Preeklampsia

Pexels/Vidal Balielo Jr

Ibu hamil akan diminta untuk mengontrol tekanan darah agar selalu baik tidak rendah atau berlebih. Hal ini karena saat melahirkan Mama bisa saja terkena preeklampsia. Preeklampsia juga menjadi salah satu penyebab kematian setelah melahirkan lho, Ma!.

Ini terjadi saat Mama yang sedang hamil menderita tekanan darah tinggi atau hipertensi dan berisiko terhambatnya arteri yang membawa darah ke plasenta dapat saja Mama alami.

Terhambatnya darah ini tentu akan mengurangi jumlah oksigen dan nutrisi yang diperlukan janin untuk berkembang dan dapat memicu terjadinya eklampsia. Eklampsia adalah keadaan kejang yang dialami dan bisa saja merusak organ vital yang dapat sehingga bisa membuat koma, kerusakan otak hingga kematian.

4. Emboli paru

Freepik/Dragana_Gordic

Emboli paru ialah kondisi darah yang menggumpal dan menghalangi pembuluh darah sehingga membeku di paru-paru. Emboli paru ternyata bisa berkembang setelah ibu hamil melahirkan dan lebih berisiko daripada operasi caesar.

Emboli paru akan membuat kadar oksigen dalam darah menjadi rendah, sehingga akan menimbulkan gejala seperti sesak napas dan nyeri dada. Organ tubuh yang tidak mendapatkan cukup oksigen bisa mengalami kerusakan, dan hal ini kemudian bisa menyebabkan kematian.

Untuk mencegah emboli paru setelah melahirkan, Mama bisa bangun dan berjalan sesegera mungkin setelah melahirkan. Hal ini untuk mengalirkan darah dengan lancar dan gumpalan darah tidak terjadi.

5. Kardiomiopati postpartum

Freepik

Ibu hamil yang menderita penyakit jantung terbilang lebih berisiko tinggi mengalami kematian setelah melahirkan, terutama jika mengalami kardiomipoti postpartum.

Kardiomiopati sendiri merupakan penyakit otot jantung yang membuat jantung menjadi lebih besar, lebih tebal dan jugua lebih kaku. Kondisi jantung seperti ini dapat membuat jantung menjadi lemah dan tidak mampu memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik.

Itulah beberapa penyebab terjadinya kematian saat atau setelah melahirkan, semoga dengan adanya informasi diatas bisa membuat Mama mempersiapkan persalinan agar masalah kesehatan tersebut tidak terjadi. 

Artikel Asli