Warga Terdampak Pembongkaran di Tamansari, Bandung, Tidur di Masjid

kumparan Dipublikasikan 16.50, 12/12/2019 • Nabilla Fatiara
Warga terdampak penggusuran di Tamansari Bandung menetap di Masjid. Foto: Rachmadi Rasyad

Warga terdampak penggusuran di Tamansari, Bandung, hingga kini masih bertahan di lokasi gusuran. Mulai dari ibu-ibu dan anak-anak berdesakan di Masjid Al-Islam yang letaknya tak jauh dari lokasi penertiban. Begitu juga barang-barang masih bisa mereka selamatkan.

Para warga yang menolak proyek rumah deret Pemprov Jawa Barat tetap bertahan dalam keadaan seadanya. Ada pun jalan masuk menuju lokasi penertiban telah ditutup oleh pagar berbahan alumunium.

Agus, misalnya, mengaku bingung harus bermalam di mana karena eksekusi lahan dilakukan mendadak. Untuk sementara waktu, dia akan mencari dan menumpang ke rumah saudara atau orang tuanya terlebih dahulu.

Warga terdampak penggusuran di Tamansari Bandung menetap di Masjid. Foto: Rachmadi Rasyad

Ia lalu menceritakan informasi penertiban memang sudah diterima Ketua RW setempat dan diteruskan ke warganya. Namun, kabar tersebut tidak sampai ke mereka, lalu tiba-tiba hari ini petugas Satpol PP datang untuk menggusur rumah mereka.

"Dengar-dengar ngobrol, terus pemberitahuan ada tapi enggak sampai ke warga yang mau digusur. Tahu-tahu datang saja Satpol PP," kata Agus, Kamis (12/12).

Agus masih berharap ada uang ganti rugi yang sepadan dari Pemkot Bandung maupun Pemprov Jabar karena rumahnya digusur. Ia merasa kasihan karena banyak anak kecil tinggal di rumah-rumah yang digusur.

"Harapannya minta ganti rugi yang sesuai," ucap dia.

Petugas mengoperasikan alat berat untuk menghancurkan rumah saat penggusuran permukiman Tamansari di Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Warga lainnya bernama Nyai menuturkan untuk sementara waktu ia akan menetap di masjid, sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

Ia berharap ada perhatian dari pemerintah secara adil kepada semua warga korban penggusuran.

"Sebenarnya gimana ya, apa pun yang mau dibangun oleh pemerintah, kalau seandainya adil buat warga yang khususnya kena dampak apakah dari segi pergantian, prosedur. Pertama, prosedur sudah salah, penggantian pun tidak (ada)," ungkap Nyai.

Seorang warga menangis histeris saat penggusuran permukiman Tamansari di Bandung, Jawa Barat, Kamis (12/12/2019). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

"Harapannya ya tetap saja kita minta keadilan. Karena kita sudah rugi rumah dibongkar paksa kan tanpa menurut kita enggak etis, enggak pakai aturan, tidak sesuai aturan," tandas dia.

Sejumlah rumah di RW 11 Tamansari Bandung ditertibkan pada Kamis pagi oleh petugas Satpol PP. Penertiban dilakukan karena di lokasi itu, Pemerintah Kota Bandung akan membangun rumah deret tahap pertama, yang direncanakan rampung Juni 2020.

Namun, proses penertiban tidak berlangsung lancar. Sempat terjadi kericuhan antara sekelompok pemuda yang mengaku warga dengan petugas.

Artikel Asli