Warga Nganjuk di Surabaya Jual Istri Pakai Modus Pijat Refleksi

Jawapos Diupdate 04.56, 07/08/2020 • Dipublikasikan 13.48, 07/08/2020 • Dhimas Ginanjar
Warga Nganjuk di Surabaya Jual Istri Pakai Modus Pijat Refleksi

JawaPos.com – Hidayatul Munif hanya menunduk di Polrestabes Surabaya Rabu (5/8). Warga Nganjuk yang indekos di Sukomanunggal itu memilih irit bicara saat ditanya. Dia harus berurusan dengan polisi karena menjadi mucikari online.

Ironisnya, perempuan yang ditawarkan pria 48 tahun itu bukan orang jauh. Melainkan istri sendiri. ”Butuh uang,” dalihnya.

Uang dari pria hidung belang yang mendapat pelayanan istrinya dipakai untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Sebab, selama ini dia tidak punya pekerjaan tetap. Munif hanya bekerja serabutan.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya Iptu Fauzi Pratama menjelaskan bahwa tersangka menjual istrinya melalui media sosial (medsos). Munif menjadikan akun pribadinya untuk mencari pelanggan. ”Membuat penawaran di beberapa grup,” terangnya.

Munif, kata dia, tidak membuat penawaran layanan esek-esek secara langsung. Tetapi, menawarkan jasa pijat refleksi. Dia mengaku sebagai koordinator terapisnya. ”Licin juga agar tidak terendus polisi,” ungkapnya.

Fauzi menuturkan, tersangka baru membuka kedoknya setelah mendapat calon peminat jasa. Munif bakal terang-terangan bahwa tukang pijat yang tidak lain adalah istrinya juga bisa memberikan layanan plus.

Dia menerangkan, biaya layanan itu bervariasi. Bergantung pada kesepakatan. Yang jelas, tarif minimalnya Rp 600 ribu. ”Bisa lebih mahal kalau kesepakatannya tidak biasa,” kata alumnus Akpol 2015 itu.

Layanan yang dimaksud adalah hubungan intim bertiga. Munif mematok harga Rp 1 juta. Hubungan itu tidak hanya bisa dilakukan dua tamu. Munif juga menawarkan jasanya untuk ikut seranjang. Menemani tamu yang tidak punya teman.

Fauzi mengatakan, istri tersangka sebenarnya pernah menolak untuk menjalankan bisnis itu. Hanya, dia tidak punya pilihan. Sebab, tersangka sudah lama tidak memberinya uang belanja. Munif juga terus mendesaknya agar mau. ”Istrinya mau tidak mau akhirnya ikut,” tuturnya.

Munif dijerat pasal berlapis oleh penyidik. Fauzi mengatakan, perbuatannya memenuhi unsur pidana dari tiga pasal sekaligus. Yakni, pasal 2 Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, pasal 296 KUHP, dan pasal 506 KUHP.

Saksikan video menarik berikut ini:

Artikel Asli