Warga Beirut Gambarkan Adegan Saat Terjadi Ledakan: Seperti Kiamat

Merdeka.com Dipublikasikan 02.33, 05/08/2020

                Ledakan di Beirut. ©2020 STR / AFP
Salah seorang warga Beirut menggambarkan adegan saat ledakan dahsyat terjadi bagaikan kiamat. Warga panik dan ketakutan.

Saat sebuah ledakan menghantam ibu kota Lebanon pada Selasa sore, malapetaka terlihat di hampir semua tempat di Beirut.

Bangunan-bangunan yang jaraknya 10 kilometer dari lokasi ledakan rusak. Pecahan kaca memenuhi jalan-jalan, dan lampu-lampu jalan padam karena ledakan.

Ledakan disamakan dengan gempa bumi berkekuatan 3,3 magnitudo, kata Survei Geologi Amerika Serikat (AS). Sedikitnya 78 orang tewas dan lebih dari 4.000 orang terluka. Penduduk kota bergegas ke rumah sakit untuk mendonorkan darahnya.

"Saya berada di beranda ketika seluruh daerah sekitar bergoyang ke kiri dan ke kanan," kata produser film, Bane Fakih, yang tinggal di wilayah barat kota, kepada CNN, dilansir Rabu (5/8).

"Sangat dahsyat. Saya tidak pernah ketakutan seperti ini."

Sirene meraung-raung saat ambulans bergegas mengumumpulkan mereka yang terluka, banyak dari mereka berusaha keluar dari reruntuhan rumahnya.

Ledakan di Pelabuhan Beirut itu membentuk bumbungan asap raksasa dan bisa terdengar jauh sampai wilayah pinggiran kota. Bumbungan raksasa asap merah menggantung di seluruh langit Beirut saat penduduk kota tersebut yang berjumlah sekitar 4 juta jiwa mulai mengungkap skala kerusakan rumah mereka, mencari pertolongan untuk mengobati luka mereka dan dengan panik memanggil orang yang mereka cintai untuk mencari tahu apakah mereka aman.

"Pelabuhan Beirut benar-benar hancur," kata saksi mata, Bachar Ghattas kepada CNN, menggambarkan adegan yang berlangsung seperti "kiamat".

"Sangat, sangat menakutkan apa yang terjadi saat ini dan orang-orang panik," ujarnya.

"Layanan kedaruratan kewalahan."

Simpang Siur Penyebab Ledakan

Ada laporan yang saling bertentangan terkait penyebab ledakan, yang pada awalnya disebut karena kebakaran besar di gudang petasan di dekat pelabuhan.

Direktur Direktorat Keamanan Umum kemudian mengatakan ledakan itu disebabkan oleh "bahan peledak tinggi" yang disita, tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Ben Wedeman dari CNN melaporkan, pihak berwenang menyebut sejumlah besar amonium nitrat yang disita dari sebuah kapal pada 2013 atau 2014 kemungkinan penyebab ledakan.

Pemandangan mengerikan datang setelah hampir satu tahun kekacauan ekonomi dan politik yang telah menjerumuskan Lebanon ke dalam ketidakpastian dan, menurut banyak ahli, membawanya ke ambang kehancuran. Kemiskinan melonjak hingga lebih dari 50 persen dan pemandangan orang-orang yang mengais tempat pembuangan sampah untuk memenuhi kebutuhan dasar menjadi lumrah.

Para pemuda yang baru beberapa bulan lalu melakukan pemberontakan terhadap kelas politik negara itu, yang dituduh melakukan korupsi, mati-matian mencari jalan keluar.

"Saya belum pernah melihat Beirut seperti ini sebelumnya. Beirut hari ini tampak seperti hati kami," kata aktivis Maya Ammar.

"Kami tidak punya apa-apa lagi. Tepat ketika kami pikir itu tidak bisa lebih buruk, itu benar."

"Keluarga saya dan orang yang saya cintai meminta saya untuk pulang ke rumah karena mereka tidak ingin saya menghirup racun, tapi saya tidak bisa kembali ke rumah. Saya punya teman yang kehilangan rumah," tambahnya.

"Rumah mereka hancur total. Saya harus pergi dan membantu mereka."

Artikel Asli