Wapres Sebut Ulama Berperan Dalam Membangun Kemaslahatan Bangsa

Jawapos Diupdate 01.51, 03/07 • Dipublikasikan 08.51, 03/07 • Bintang Pradewo
Wapres Sebut Ulama Berperan Dalam Membangun Kemaslahatan Bangsa

JawaPos.com – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menghadiri Haul Almaghfurlah K.H. Abdul Wahab Chasbullah yang ke-49 secara virtual Kamis (2/7) malam. Dalam sambutannya dia menyebut ulama memiliki peran dalam membangun kemaslahatan umat dan bangsa.

Menurut dia, ulama adalah sosok yang berilmu dan pengayom umat. “(Ulama, Red) Melakukan berbagai perbaikan-perbaikan,” katanya. Perbaikan ini tentu sangat dirasakan oleh umat. Dalam membimbing umat, ulama mengacu tuntunan Allah menuju kebaikan-kebaikan. Selain itu perbaikan yang menyangkut kenegaraan atau ishlah wathaniyah.

Ma’ruf secara khusus lantas mengenang sosok K.H. Wahab Chasbullah. Baginya, K.H Wahab Chasbullah merupakan sosok tauladan yang patut dijadikan contoh. Sebab semasa hidupnya ia banyak berperan dalam membangun kemaslahatan bagi umat dan negara.

“Beliau telah banyak melakukan iqamatul mushalih wal manafi,” jelasnya. Yaitu membangun kemaslahatan-kemaslahatan dan kemanfaatan. Kemudian juga menghilangkan kerusakan-kerusakan dan bahaya-bahaya. Baik yang menyangkut umat maupun menyangkut bangsa dan negara.

Wapres juga menyebutkan bahwa dalam membangun kemaslahatan, Almaghfurlah K.H. Wahab Chadullah telah mempersiapkan ulama-ulama baru yang berpotensi untuk menggantikannya melalui banyak pesantren. Menurutnya, hal ini sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW yakni apabila seorang ulama meninggal dunia, maka ilmunya akan turut bersamanya.

“Rasulullah menyatakan innallaha la yantazi’ul ‘ilma intiza’an min shudurinnas,” jelasnya. Maksudnya adalah Allah tidak akan mengambil ilmu itu dari hati manusia. Tetapi sebaliknya, Allah akan mengambil ilmu itu dengan mengambil ulamanya. Sehingga ulama perlu melakukan pengkaderan.

Fokus K.H Wahab dalam menyiapkan generasi penerus yang memahami ilmu agama Islam tidak hanya dilakukan dengan membangun pesantren. Tetapi juga melalui organisasi kemasyarakatan. Alumni yang dicetak tidak hanya melalui pesantren, tapi juga kader-kader yang dididik melalui organisasi Nadhlatul Ulama (NU).

Melihat kondisi bangsa saat ini dalam menghadapi pandemi Covid-19, Ma’ruf menilai peran ulama sangatlah dibutuhkan. Utamanya dalam membantu meminimalisir masyarakat terdampak di bidang kesehatan, sosial, maupun ekonomi. “Oleh karena itu, bagi kita para ulama, menjadi sesuatu tanggung jawab yang harus kita mengambil peran untuk menghilangkan dharar (bahaya, Red) ini,” terangnya.

Artikel Asli