Wapres Ma'ruf: Angka Kemiskinan Bertambah, Kita Menghadapi Tugas Berat

Kompas.com Dipublikasikan 10.04, 29/05 • Deti Mega Purnamasari
KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Yunita, tukang rongsokan, tengah istirahat di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (22/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19 dalam situasi yang sangat berat, pemerintah mengumumkan akan terjadi peningkatan jumlah angka kemiskinan hingga 3,78 juta orang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menuturkan, saat ini angka kemiskinan di Indonesia bertambat akibat pandemi virus corona atau covid-19.

Oleh karena itu, ia menekankan, kata dia, tugas pemerintah menyangkut pengentasan kemiskinan tidak kehilangan arah.

Baca juga: Sri Mulyani: Hanya dalam 2 Bulan, Angka Kemiskinan RI Kembali Melonjak

Sebab, selama pandemi, fokus pemerintah juga dialihkan pada penanganan penyakit yang berasal dari virus corona itu.

"Tugas-tugas khusus yang selama ini kurang tertangani baik terutama yang ditugaskan kepada Wapres, kita juga tidak boleh kehilangan arahnya," ujar Ma'ruf saat halalbihalal secara online dengan pejabat dan pegawai Kantor Wapres, Jumat (29/5/2020).

"Apalagi sekarang kemiskinan bertambah. Jadi di samping miskin lama, ada juga misbar, miskin baru," lanjut dia.

Baca juga: Sebut Kemiskinan Naik Selama Pandemi, Wapres Minta Perbanyak Sedekah

Ma'ruf mengatakan, penambahan jumlah warga miskin di Indonesia akibat Covid-19 ini juga akan membuat situasi kembali seperti pada 2011.

Kala itu, kata Ma'ruf, jumlah warga miskinnya juga cukup banyak.

"Jadi ke depan kita menghadapi tugas-tugas berat," kata dia.

Ma'ruf mengatakan, dalam fase yang mulai menerapkan era kenormalan baru atau new normal ini, semangat kerja baru dibutuhkan untuk menghadapi tantangan dan tugas berat.

Baca juga: Skenario Terberat Corona, Ini Dampaknya ke Angka Kemiskinan dan Pengangguran

Selain tantangan kemisikinan dan pengangguran, Covid-19 juga memberi tantangan ekonomi kepada negeri ini.

"Karena katanya itu bisa jadi kita belum memberikan penilaian, stunting itu mungkin juga, karena terganggu oleh situasi (Covid-19) bisa juga menambah berat," tutur Ma'ruf. 

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan, pandemi virus corona (Covid-19) bakal menyebabkan terjadinya lonjakan angka kemiskinan.

Bahkan menurut dia, dari Maret hingga awal Mei tahun ini, angka kemiskinan telah melonjak kembali seperti pada tingkat tahun 2011 lalu.

Baca juga: Wapres: Kami Ingin Hilangkan Kemiskinan Sampai 0 Persen

 

"Dalam kondisi seperti ini, jumlah angka kemiskinan akan naik, Covid dari Maret ke Mei sudah menlonjak angka kemiskinan, reverse seperti tahun 2011," ujar Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI secara virtual, Rabu (6/5/2020).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia pada September 2011 mencapai 29,89 juta orang (12,36 persen).

Sementara pada data terkini, BPS mencatatkan angka kemiskinan tercatat 9,22 persen pada September 2019 atau setara dengan 24,79 juta orang.

Penulis: Deti Mega PurnamasariEditor: Kristian Erdianto

Artikel Asli