Wapres: Keraton Agung Sejagat Melampaui Negara

Koran Jakarta Dipublikasikan 23.00, 17/01 • sur/SM/Ant/N-3
DIUNGKAP POLDA I Prasasti Keraton Agung Sejagat yang diungkap Polda Jawa Tengah, di Klaten, Kamis (16/1).

JAKARTA - Munculnya fenomena Keraton Agung Se­jagat dengan ‘raja dan ratu­nya’ Totok Santosa Hadiningrat dan Fanni Aminadia menghe­bohkan masyarakat dan banyak unsur penipuan di situ sehingga aparat kepolisian telah menin­daknya. Keraton tersebut telah melampaui negara.

“Keraton Agung Sejagat itu seperti khilafah karena me­lampaui batas-batas negara. Itu seperi khilafah. Al-khila­fatul udzma,” kata Wakil Pres­iden (Wapres), KH Ma’ruf Amin, menjawab pertanyaan salah satu pemimpin redaksi (Pemred) media dalam perte­muan breakfast meeting, di kediaman Wapres, Jalan Dipo­negoro, Jakarta Pusat, Jumat (17/1).

Soal munculnya ‘kera­jaan’ dadakan ini juga meng­undang para Pemred lain ikut berkomentar. Bagaimana den­gan kerajaan-kerajaan Nusanta­ra yang jumlahnya banyak dan telah diakui negara? Di meja tempat para Pemred duduk, soal ini juga jadi candaan.

Wapres menegaskan pemer­intah melindungi kerajaan dan kesultanan di Nusantara yang kini masih berdiri, tapi bukan “kerajaan” seperti Kera­ton Agung Sejagat di Kabu­paten Purworejo, Jawa Tengah (Jateng).”Pemerintah tidak akan mentolerir,” tambahnya.

Keheranan Wapres

Bukan hanya Pemred, Wa­pres juga menyatakan kehe­ranannya atas munculnya fenomena tersebut. “Kenapa ya banyak orang ingin jadi raja? Saya kira banyak orang ‘sakit’,” ujar KH Ma’ruf.

Keraton Agung Sejagat, di­pimpin Sinuhun yang ber­nama asli Totok Santosa Had­iningrat dan istrinya, Fanni Aminadia, yang dipanggil Kan­jeng Ratu Dyah Gitarja. Pengi­kut Keraton Agung Sejagat ini mencapai sekitar 450 orang. Pe­nasihat Keraton Agung Sejagad, Resi Joyodiningrat, menegaskan Keraton Agung Sejagad bukan aliran sesat seperti yang dikha­watirkan masyarakat.

Karena dinilai sudah me­resahkan masyarakat, Polda Jateng pada Selasa, (14/1) menangkap ‘raja dan ratu’ kera­ton itu atas tuduhan penipuan. Sebab, mereka meminta sejum­lah uang kepada orang-orang yang hendak bergabung dengan imbalan dijanjikan terhindar dari malapetaka dan mendapat gaji besar sebagai pengikut.

Kapolda Jateng, Irjen Pol Rycko Amelda Daniel men­gatakan Totok mengaku dalam beberapa bulan terakhir meneri­ma wangsit dari leluhur dan Raja Sanjaya keturunan Raja Mataram untuk meneruskan pendirian Kerajaan Mataram di Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo.

Polda Jateng menemukan cabang Keraton Agung Sejagat pimpinan Totok Santosa yang di sejumlah daerah di Kabupaten Klaten. sur/SM/Ant/N-3

Artikel Asli