Wanita Tergemuk Meninggal Usai Dengar Anaknya Muak Merawat Bertahun-tahun

Suara.com Dipublikasikan 14.52, 04/08 • Reza Gunadha
Ilustrasi wanita gemuk depresi. (Shutterstock)
Ilustrasi wanita gemuk depresi. (Shutterstock)

Suara.com - Seorang wanita tergemuk di Rusia menghembuskan nafas terakhirnya setelah mendengar pengakuan sang anak yang berkata muak merawatnya selama bertahun-tahun.

Menyadur The Sun pada Selasa (04/08/2020), wanita bernama Lyubov Nurdinova ini menutup diri sebelum meninggal. Ia tak mau membuka pintu bagi tamu yang ingin mengunjunginya.

Nurdinova diduga menderita depresi karena mendengar curhatan sang anak, Alexey yang berusia 25 tahun.

Dalam sebuah acara TV yang dikunjungi terakhir kali, Alexey diundang bersama ibunya dan mengonfirmasi tentang dugaan overdosis obat anti depresi yang membuatnya dirawat di rumah sakit beberapa waktu lalu.

Hasil pendeteksi kebohongan membuktikan, tak ada keterlibatan anaknya dalam kejadian itu namun sepertinya tes ini membuktikan hal lain, yaitu rasa muak anaknya yang merawat Nurdinova selama bertahun-tahun.

Lyubov Nurdinova, wanita tergemuk di Rusia dan anaknya, Alexey. (Youtube/News 24h)

Selama talkshow, Alexey berbicara tentang kekesalannya menjadi pengasuh permanen ibunya. Ia merasa tak punya kehidupan pribadi karena semua waktunya dipakai untuk mengurus sang ibu.

Ketika ibunya dirawat di rumah sakit, Alexey akhirnya bisa keluar dan bersosialisasi dan bahkan bertemu dengan pacarnya.

"Saya bertemu Elena (pacarnya) ketika ibu saya di rumah sakit. Kami bersenang-senang karena saya tidak harus merawatnya," ujar Alexey yang mulai merawat ibunya sejak umur 7 tahun.

"Tapi sekarang semuanya kembali dan dia pulang ke apartemen dan aku tidak punya kehidupan pribadi lagi."

Setelah anak bungsunya berkata seperti itu, ia langsung menutup diri dan meninggal dengan penyebab yang tak terungkap.

Ilustrasi perempuan mengalami obesitas. (Shutterstock)

Lyubov Nurdinova mengalami obesitas setelah melahirkan anak ketiga. Dokter pernah menawarkan bantuan setelah membaca ceritanya di media.

Ia berhasil memangkas sebagian bobotnya dan membuatnya populer di kalangan masyarakat. Ia sering diundang di acara TV sebagai motivator untuk orang yang berjuang tentang berat badan.

Ketika Nurdinova bisa bergerak kembali setelah bertahun-tahun terbaring di tempat tidur, ia sempat merasa hidupnya berubah dan menjadi optimis.

"Saya pikir hidup saya akan berakhir, saya pikir saya akan mati, tetapi sekarang, saya tidak ingin mati, saya ingin hidup," ujarnya.

Nurdinova memiliki rencana besar untuk pergi keluar kota suatu hari nanti. Ia sangat ingin bepergian dan memakai pakaian bagus jika berat badannya sudah bisa diatasi.

Artikel Asli