Wall Street kembali dalam tekanan kekhawatiran virus corona

Kontan.co.id Dipublikasikan 16.18, 24/01/2020 • Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Wall Street berada di bawah tekanan pada perdagangan Jumat (24/1). Aksi jual melanda saham sektor energi, keuangan, dan perawatan kesehatan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas wabah virus corona di China. Meski penguatan saham pembuat chip Intel membatasi penurunan indeks acuan.

Melansir Reuters, pukul 10:28 waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average bergerak flat di level 29.160,36. S&P 500 turun 0,18% menjadi 3.319,55, dan Nasdaq Composite naik hanya 0,03% pada level 9.405,48.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (AS) mengatakan seorang pelancong dari Wuhan, China telah didiagnosis terinfeksi virus corona di Chicago, Illinois. Terkonfirmasi sebagai kasus kedua virus corona di AS.

*Baca Juga: Wall Street dibuka menghijau, Nasdaq menyentuh rekor tertinggi baru *

Wabah virus di China telah menewaskan 26 orang dan menginfeksi lebih dari 800 orang dalam sepekan terakhir, meningkatkan kekhawatiran tentang kejatuhan pada ekonomi global.

"Jika Anda melihat hal-hal seperti ini di masa lalu, mereka cenderung membuat semacam kepanikan pada awalnya," kata Randy Frederick, vice president of trading and derivatives Charles Schwab di Austin, Texas.

"Tapi dari perspektif bagaimana pengaruhnya terhadap ekonomi dan pasar AS, mereka cenderung berumur pendek."

Asal tahu, saham Intel Corp melonjak 7,2% hingga mencapai level tertinggi 19 tahun setelah memperkirakan laba 2020 yang lebih baik, bergabung dengan banyak rekan-rekannya untuk menandakan pemulihan permintaan chip.

Philadelphia SE Semiconductor index juga mencapai rekor baru, dengan Broadcom Inc naik 2,9% setelah memasuki perjanjian pasokan dengan Apple Inc.

*Baca Juga: China perluas karantina raksasa ke 13 kota dengan 41 juta penduduk *

Sebelumnya, sejumlah data PMI mengisyaratkan beberapa pemulihan dalam pertumbuhan zona euro tahun ini, sementara data AS beragam.

Sementara, saham bank-bank besar termasuk JPMorgan Chase & Co dan Bank of America Corp turun sekitar 1%, mengikuti penurunan yield Treasury AS.

Saham Healthcare turun 0,9%, dipimpin oleh penurunan saham  Intuitive Surgical Inc capai 4,3%.

Saham sektor energi turun 1,1%, terpukul oleh harga minyak yang turun di tengah kekhawatiran bahwa virus corona China mungkin menyebar, menghambat perjalanan dan permintaan minyak.

 

 

Artikel Asli