Wali Kota Bandung Keluhkan Bandara Husein Seperti Makam, Ini Jawaban Pemprov Jabar

Kompas.com Dipublikasikan 02.25, 11/12/2019 • Kontributor Bandung, Dendi Ramdhani
KOMPAS.com/RENI SUSANTI
Kondisi Bandara Husein Sastranegara pasca-pemindahan 56 penerbangan dari Husein ke Kertajati, Rabu (3/7/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Polemik soal sepinya Bandara Husein Sastranegara, Kota Bandung kembali mencuat.

Wali Kota Bandung Oded M Danial menyebut pengalihan sebagian penerbangan ke Bandara Kertajati membuat aktivitas di Bandara Husein Sanstranegara sepi seperti makam.

Menanggapi hal itu, Asisten Daerah (Asda) Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Jawa Barat Eddy Nasution meminta Pemerintah Kota Bandung untuk bijak menyikapi hal tersebut.

Menurut dia, proyeksi Bandara Husein Sastranegara dalam lima atau sepuluh tahun ke depan dianggap tidak bisa maksimal melayani penerbangan.

“(Husein Sastranegara) didatangi pesawat lebar kan ga bisa. Itu kan realita yang ada, parkir susah. Kita berpikir ke depan, makin lama angkutan udara makin meningkat,” ucap Eddy, saat ditemui di Bandung, Rabu (11/12/2019).

Baca juga: Persib Terkena Dampak Pemindahan Rute Penerbangan dari Bandara Husein ke Kertajati

Eddy menegaskan pengalihan sebagian penerbangan ke Kertajati untuk membantu wilayah lain berkembang.

Jika alasan penurunan wisatawan, Edi menegaskan bahwa angka wisatawan yang datang ke Jawa Barat masih didominasi oleh Kota Bandung, terutama dari Singapura dan Malaysia.

"Kita tidak ada untuk mematikan Bandara Husein. Kan yang ingin maju daerahnya ga cuma Bandung saja. Jabar itu bukan hanya Bandung. Kami ga ada wacana menutup (Bandara Husein Sastranegara). Justru, makin banyak bandara makin bagus," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat Hery Antasari berpendapat keluhan tentang sepi Bandara Husein Sastranegara yang disampaikan pihak Pemerintah kota Bandung cenderung berlebihan.

Sebab, operasional bandara Husein Sastranegara masih berjalan normal.

"Emang selama ini ga ramai? ini menurut kami husein normal saja. Bedanya ada pembagian (rute penerbangan) saja," kata Hery.

Hery menjelaskan, industri angkutan udara diprediksi terus meningkat dari tahun ke tahun. Ia mempredisksi, dengan kondisi saat ini Bandara Husein akan kesulitan melayani penumpang.

"Saat ini aja menambah frekuensi kelabakan, taxi way-nya terbatas, apronnya terbatas, conveyor belt terbatas. Dua penerbangan bareng aja desek-desekan," jelasnya.

Baca juga: Agar Bisnis Membaik, Bandara Husein Sastranegara Bidik Penerbangan Asia Tenggara dan Australia

Sebelumnya, Wali Kota Bandung Oded M Danial berharap pemerintah pusat bisa meninjau kembali kebijakan operasional Bandara Husein Sastranegara Kota Bandung.

Pasalnya, sejak sejumlah penerbangan dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, jumlah wisatawan ke Kota Bandung mengalami penurunan.

"Tahun lalu, sekitar 7,5 juta wisatawan masuk ke Kota Bandung. Tetapi sejak penerbangan dipindahkan ke Kertajati, sekarang (wisatawan) menurun," ujar Oded dari siaran pers yang diterima media, Minggu (8/12/2019).

Oded mengakui, Bandara Husein saat ini seperti "makam". Bandara Husein sudah tidak lagi seramai saat sebelum BIJB Kertajati beroperasi.

"Beberapa waktu lalu, saya turun di Husein, sepi banget. Serasa di makam," ungkapnya.

Ia pun sempat berbicara dengan Angkasa Pura sebagai pengelola Bandara Husein. Pihak pengelola juga berharap, Bandara Husein tetap bisa beroperasi seperti dahulu.

Selain pengelola bandara, Oded juga mengaku telah memperoleh masukan dari stakeholder pariwisata.

Salah satunya, Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI). Para pengusaha juga sangat merasakan dampak pengalihan penerbangan ke BIJB Kertajati.

Oded menegaskan, Pemkot Bandung sebenarnya terus berusaha meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Berbagai program dan kegiatan telah dirancang agar menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

Kendati demikian, Oded menerangkan, kunjungan wisatawan tergantung berbagai aspek. Salah satunya aksesiblitas.

"Kalau akses ke Bandung terbuka, maka jumlah kunjungan wisatawan pun akan tinggi," ujarnya.

Selain meminta agar ada peninjauan ulang tentang pengalihan sejumlah penerbangan, Oded juga sangat berharap, pemerintah pusat segera menyelesaikan pembangunan tol Cisumdawu (Cileunyi–Sumedang–Dawuan).

Sehingga, akses dari BIJB Kertajati ke Kota Bandung dan sebaliknya bisa lebih mudah.

Penulis: Kontributor Bandung, Dendi RamdhaniEditor: Khairina

Artikel Asli