Wajahnya Mirip Mantan, Ibu Siksa Anak Sampai Patah Kaki

Keepo.me Dipublikasikan 10.03, 22/11/2019 • Mabruri Pudyas Salim

Sang ibu diduga merasa stres dan frustrasi setelah diceraikan suaminya.

Kehadiran orangtua sangat penting dalam proses perkembangan tumbuh kembang anak, terutama dalam memberikan kebutuhan hidup dan perlindungan. Namun entah apa yang ada di pikiran seorang ibu berinisial MW ini. Alih-alih memberikan perlindungan yang layak, ibu warga Samarinda, Kalimantan Timur ini justru menganiaya anaknya yang masih berusia 3 tahun sampai patah kaki.

Dilansir dari Kompas.com (20/11/2019), penganiayaan itu dilakukan MW secara beruntun. Akhirnya pada hari Sabtu (9/11/2019) malam, bocah malang ini dilarikan ke RSUD Abdul Wahab Syahranie. Bocah mengalami luka lebam dan luka bakar di sekujur tubuhnya.

cdn2.tstatic.net
cdn2.tstatic.net

Tidak hanya itu bocah itu juga mengalami patah tulang di kaki kanannya. Pada saat diperiksa, bocah itu ternyata juga mengalami kekurangan gizi. Badannya kurus seperti hanya tulang terbalut kulit. Saat ini korban tengah menjalani perawatan intensif.

Terkait motif pelaku, Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ulu, Ipda M Ridwan mengatakan, pelaku yang merupakan ibu korban melakukan penganiayaan itu karena dia tak suka lihat wajah sang anak mirip dengan mantan suaminya.

"Setelah diinterogasi ternyata pelaku mengalami depresi saat mengingat mantan suaminya, ayah kandung dari korban," kata Ridwan.

"Dia (pelaku) bilang bibir pecah itu karena kena siram teh panas. Kemudian, kaki anaknya patah, pelaku bilang nggak tahu. Katanya, anak itu hiperaktif," jelasnya.

4.bp.blogspot.com
4.bp.blogspot.com

Lebih lanjut, Ridwan mengungkapkan bahwa pelaku membenci mantan suaminya karena pada saat hamil korban, pelaku diceraikan suaminya. Hal itu membuatnya tertekan dan stres.

Bahkan kondisi tersebut berlanjut setelah ia melahirkan korban. Kondisi stres yang terus berlanjut membuat sang ibu sampai tega menyiksa darah dagingnya hingga patah tulang.

"Ketika lahir, dia (pelaku) lihat anaknya mirip bapaknya, dia jadi benci karena ingat mantan suaminya," jelasnya.

Kasus penganiayaan itu terungkap ketika orangtua angkat korban mengunjungi rumah pelaku di Jalan Antasari Samarinda. Di sana, kedua orangtua angkat ini melihat korban terbaring lesu di lantai tanpa alas.

Korban hanya menggunakan popok tanpa baju dan celana. Badannya kurus dengan luka-luka di sekujur tubuh. Melihat kondisi itu, kedua orangtua angkat ini lalu membawa korban ke RSUD Abdul Wahab Syahranie dan melapor polisi.

Polsek Samarinda Ulu masih terus mendalami kasus ini dan sudah memeriksa beberapa saksi, termasuk mantan suami pelaku atau bapak korban.

Mayoritas ibu yang baru melahirkan memang mudah merasa stres, cemas, dan depresi. Kondisi tersebut biasa disebut dengan baby blues. Dukungan dari keluarga sangat dibutuhkan bagi sang ibu untuk bisa meredakan gejala tersebut.

Artikel Asli