"Wajahnya Menahan Tangis, Semoga Anak Kami Kuat Menahan Sakitnya..."

Kompas.com Dipublikasikan 22.45, 05/08/2020 • Pythag Kurniati
HENDRIK YANTO HALAWA
Dengan posisi ditimang sang Ibunya, Nadine Sohaga Gulo bayi berusia 6 bulan, dengan perut membengkak hanya terkulai lemas dan meringis kesakitan menahan penyakit langka yang dideritanya dengan diagnosa Atresia Bilier yakni bayi penderita kelainan fungsi hati, sudah 2 RSU tak mampu merawatnya dan berencana akan dibawa RSCM Jakarta dan berharapada dermawan yang mampu membantu pembiayaan pengobatan putrinya.

KOMPAS.com- Pasrah dan tak berhenti berharap datangnya bantuan.

Itulah yang dirasakan pasangan suami istri di Kecamatan Sogaeadu, Nias, Sumatera Utara, Ivan Tama Gulo (26) dan Ernawati Gulo (22).

Bayi perempuan mereka yang masih berusia 6 bulan, Nadine Sohaga Gulo mengalami Atresia Bilier atau kelaninan fungsi hati.

Tak tahan terus-menerus menatap buah hatinya kesakitan, pasangan itu selalu berdoa agar putri mereka diberi kesembuhan.

Baca juga: Kisah Pilu Aisyah Terbaring 15 Tahun, Bermula Pingsan Saat Hajatan, Disebut Diikuti Nenek Tua

Perut membesar, kesakitan

Di usianya yang masih sangat muda, bayi Nadine harus menahan rasa sakit.

Lantaran kelainan yang dialaminya, perut Nadine membengkak. Kondisi tubuhnya pun lemah.

Ayah Nadine, Ivan mengemukakan, anaknya sering menangis diduga merasakan sakit pada perutnya.

Tangisan Nadine selalu terjadi beberapa menit sekali.

"Kadang juga tidak menangis, namun wajahnya menahan untuk tidak menangis. Di situ daya dan istri hanya pasrah dan berserah diri," kata dia.

"Semoga anak kami kuat menahan sakit yang dideritanya," kata sang ayah pilu.

Baca juga: Nadine, Bayi Usia 6 Bulan yang Terkendala Biaya Operasi Rp 2 Miliar

 

Tak punya biaya

Keinginan mengobati Nadine tak pernah padam. Namun apa daya, mereka tak memiliki biaya.

Ayah Nadine, Ivan hanya bekerja sebagai petani yang menggarap ladang.

Sedangkan sang ibunda adalah seorang ibu rumah tangga tanpa penghasilan.

Nadine pun hanya dirawat seadanya karena kondisi kedua orangtuanya.

Di satu sisi, untuk menyembuhkan Nadine, mereka memerlukan biaya sekitar Rp 2 miliar.

Tak ada yang bisa dilakukan selain memanjatkan doa dan berharap uluran tangan dermawan untuk mengobati penderitaan putri mereka.

Baca juga: Kisah Pilu Tuo dan Becce, 40 Tahun Tak Bisa Bicara, Bersikap seperti Anak Kecil

Dibawa ke beberapa rumah sakit

Pendamping keluarga Nadine, Darwis Zendrato mengemukakan, berdasarkan diagnosis dokter, Nadine mengalami Atresia Bilier atau kelainan fungsi hati.

Pada April 2020 lalu, Nadine sempat dibawa ke Puskesmas Sogaendu dan dirawat dua hari.

Kemudian, ia dirujuk ke RSUD Gunungsitoli dan menjalani perawatan tiga hari.

Saat itu, dokter masih belum mendiagnosis penyakit Nadine.

"Dirawat di RSUD Gunungsitoli namun tidak diketahui adanya penyakit dan kami disuruh pulang," kata Darwis.

Nadine lalu dirujuk ke Rumah Sakit Murni teguh Medan, Sumatera Utara.

Di sana, pihak rumah sakit berencana merujuk Nadine ke RSCM Jakarta untuk operasi pencangkokan hati.

Namun untuk melaksanakan operasi tersebut, setidaknya dibutuhkan biaya Rp 2 miliar.

"Apalagi yang bisa kami buat? Sudah dua rumah sakit kami kunjungi tapi tak bisa menangani, dan juga kami tidak mampu mengobati dengan pembiayaan yang begitu besar. Sekarang hanya berharap ada dermawan yang dapat membantu," kata Darwis.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Nias, Hendrik Yanto Halawa | Editor : Abba Gabrillin)

Editor: Pythag Kurniati

Artikel Asli