Waduh, Lokasi Syuting Lord of The Rings Mencair

Suara.com Dipublikasikan 23.59, 10/08 • Dythia Novianty
Pegunungan Alpen Selatan. [Shutterstock]
Pegunungan Alpen Selatan. [Shutterstock]

Suara.com - Gletser di Pegunungan Alpen Selatan, Selandia Baru, yang menjadi lokasi film Lord of the Rings, dilaporkan telah mencair. Hal ini disebabkan akibat pemanasan global. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa kawasan pegunungan tersebut telah kehilangan hingga 62 persen gletsernya, sejak akhir Zaman Es Kecil, atau sekitar 400 tahun lalu.

Jika dianalogikan, peneliti menggambarkan gletser yang hilang setara 73 km persegi (30 mil persegi), atau separuh wilayah negara Liechtenstein. 

Selain Lord of The Rings, Pegunungan Alpen Selatan di Selandia Baru juga dipakai untuk lokasi syuting film Hollywood lainnya, seperti Hobbit. Pegunungan Alpen Selatan merupakan kawasan tertinggi di Australasia, dengan Gunung Cook sebagai puncaknya yang berdiri kokoh di ketinggian 12.218 kaki di atas permukaan laut.

Di sisi lain, studi tersebut juga menganalisis perubahan volume di Pegunungan Alpen Selatan untuk tiga periode waktu, yakni 1600 hingga 1978, 1978 hingga 2009, dan 2009 hingga 2019.

Data dikumpulkan dengan menggunakan simulasi komputer, penandaan fisik, dan catatan sejarah. Perbandingan antar dekade mengungkapkan hilangnya es telah meningkat dua kali lipat sejak Zaman Es Kecil, dengan peningkatan pesat dalam 40 tahun terakhir.

Penulis utama Dr Jonathan Carrivick, dari University of Leeds, mengatakan bahwa temuan ini bertujuan untuk mengukur tren hilangnya es di Selandia Baru.

"Percepatan laju kehilangan massa es, mungkin menjadi lebih buruk karena tidak hanya dipengaruhi perubahan iklim, tapi juga faktor lainnya, sehingga terakumulasi di permukaan gletser dan danau di dasar gletser membengkak, memperburuk pencairan," terang Carrivick seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (11/8/2020).

Ilustrasi pemanasan global. [Shutterstock]

"Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa Alpen Selatan mungkin telah melewati waktu 'puncak air' atau titik kritis dari suplai pencairan gletser," imbuhnya.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar pihak otoritas setempat harus menyiapkan rencana, sehingga lelehan gletser dari Pegunungan Alpen Selatan tidak menjadi bencana banjir.

'Ke depan, perencanaan harus dibuat untuk memitigasi penurunan limpahan gletser ke sungai karena hal itu mempengaruhi ketersediaan air lokal, stabilitas lanskap, dan ekosistem perairan," pungkasnya.

Artikel Asli