Waduh, Balita 4 Tahun Koma 17 Hari Setelah Pergi ke Kebun Binatang

Suara.com Dipublikasikan 13.50, 14/10/2019 • Vika Widiastuti
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)
Ilustrasi anak sakit. (Shutterstock)

Suara.com - Isla Grainger, seorang balita 4 tahun asal Inggris mengalami koma setelah terinfeksi bakteri e. coli yang mematikan saat pergi ke kebun binatang. Bakteri e. coli tersebut telah membuatnya gagal ginjal.

Awalnya, Isla jatuh sakit dan mengalami diare setelah pergi ke kebun binatang dan pantai di Isle of Wight. Tetapi, Kesehatan Masyarakat Inggris membuat pernyataan bahwa penyelidikan karena belum ada bukti kuat sumber infeksi berasal dari Isle of Wight.

Lauren Asprey (21) sebagai seorang ibu pun sempat khawatir dan takut kehilangan putri kecilnya, Isla. Ia tak percaya putrinya akan menderita seperti ini setelah pergi dari kebun binatang.

"Saya pikir kami akan kehilangan gadis kecil kami. Saya tak menyangka bahwa kondisi penyakit anak kami cukup serius. Dokter yang memberi tahu kami sempat menghela napas dan memberi tahu bahwa penyakit Isla sangat serius," jelasnya dikutip dari The Sun.

Lauren pun merasa seperti mimpi ketika dokter menceritakan kondisi anaknya yang jauh lebih serius daripada yang dikira. Isla mengalami gagal ginjal dan tubuhnya tidak bisa mengatasinya.

Ilustrasi anak perempuan. (Pixabay/Alexas_Fotos)

 

Kondisi Isla seolah berada di antara hidup dan mati. Bahkan Isla juga belum kembali ke sekolah selama 1 bulan akibat penyakitnya tersebut.

Menurut dr Anand Fernandes, bakteri e. coli bisa menyebabkan berbagai gejala, seperti sakit perut dan diare ringan hingga berdarah. Umumnya, bakteri ini menyerang usus setelah seseorang mengonsumsi atau menyentuh makanan yang telah terkontaminasi.

"Bentuk pertahanan terbaik adalah pastikan Anda selalu mencuci tangan dengan benar sebelum menyiapkan makanan. Apalagi setelah Anda menyentuh hewan dan kotorannya," jelasnya.

Jika orang terdekat Anda mengalami diare parah seperti tanda-tanda terinfeksi bakteri e. coli, ada baiknya segera dibawa ke unit gawat darurat agar mendapat penanganan medis lebih cepat.

Artikel Asli