Wadaw, AIA Financial Bakal Digugat Pailit oleh Mitra Bisnisnya

SINDOnews Dipublikasikan 11.43, 04/08/2020 • Suparjo Ramalan
Wadaw, AIA Financial Bakal Digugat Pailit oleh Mitra Bisnisnya
Foto/Ilustrasi/SINDOnews

Sejumlah mitra bisnis PT AIA Financial (AIA) membawa perkara dugaan gagal bayar AIA ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada, Selasa (4/8/2020). Mereka bermaksud untuk mengajukan upaya hukum PKPU dan pailitdari perusahaan asuransi tersebut.

Dalam permohonannya, para pemohon mengaku haknya tidak dibayarkan oleh pihak AIA Financial dengan total nilai Rp67,8 miliar. Masing-masing pemohon yang haknya belum dibayarkan yaitu Kenny Leonara Raja sebesar Rp34,9 (Rp31 miliar akan jatuh tempo), serta Jethro sebesar Rp32,9 miliar (Rp26 miliar akan jatuh tempo).

Kuasa hukum pemohon, Patar Bronson Sitinjak, mengatakan bahwa pihaknya dalam mengajukan permohonan tersebut sudah sesuai hukum. Hal ini mengacu pada Pasal 2 Ayat 1 dan 5 UU Kepailitan No. 37 Tahun 2004.

"Dalam mengajukan upaya hukum PKPU maupun pailit mempunyai syarat, yaitu minimal dua orang kreditor yang mana salah satu utangnya telah jatuh tempo dan dapat ditagih serta dapat dibuktikan secara sederhana," ujarnya di Gedung OJK, Jakarta Pusat.

Selain dua pemohon, Patar mengklaim masih terdapat beberapa kreditor lain yang di antaranya terdapat karyawan serta nasabah AIA Financial yang haknya tidak ditunaikan. Nantinya, beberapa kreditor lain juga akan memberi kuasa kepada dirinya.

Patar juga mengaku hingga kini pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah AIA Financial mengalami kebangkrutan sehingga hak nasabah tidak dibayarkan. Hal ini membuat nasabah perusahaan asuransi itu mengasumsikan jika emiten mengalami gagal bayar.

"Gagal bayar ini tidak mau membayar atau mereka sudah bangkrut. Kita juga tidak tahu, yang pastinya mereka gagal bayar sama kita-kita ini. Kita juga tidak mau ada anggapan buruk pada rekan-rekan kita ini. Bukan semata untuk mematikan usaha AIA, kami hanya menuntut hak saja," katanya. (Baca juga:Rating 105 Asuransi, 14 Asuransi Jiwa Kantongi Label Sangat Bagus)

Sementara itu, salah satu pemohon, Kenny Leonara Raja, menuturkan bahwa AIA Financial telah melakukan pemutusan mitra bisnis dengan dirinya secara sepihak. Bahkan, dia menilai pemutusan hubungan bisnis yang dilakukan perusahaan dijadikan alasan untuk tidak membayarkan hak-hak dirinya.

"Karena tidak ada iktikad baik dari perusahaan sampai saat, kami meminta bantuan OJK sebagai lembaga yang berwenang untuk mengajukan pailit sesuai peraturan UU yang berlaku. Dan semua persyaratan sudah kami penuhi untuk permohonan pailit ini," tuturnya.

Selain itu, ia mengungkapkan bahwa dirinya telah berhasil mendapatkan penghargaan sebagai agen terbaik AIA tujuh kali dan agen terbaik versi AAJI Award selama tiga tahun berturut-turut. Dengan prestasi tersebut, ia merasa janggal mengapa dirinya diberhentikan tanpa ada alasan yang jelas.

Lebih lanjut, menurut Kenny, PT AIA Financial tidak mau membayar hak-haknya, maka perusahaan tersebut harus mengembalikan seluruh premi yang dibayarkan oleh nasabah-nasabahnya selama ini.

Untuk diketahui, laporan PKPU akan diproses oleh OJK. Namun begitu, belum ada keterangan resmi yang disampaikan pihak otoritas.

Artikel Asli